Bonek Sepakat Larangan Suporter Away Hanya untuk Laga Rivalitas Tinggi

Admin Utama

July 9, 2025

3
Min Read

Gebrak! PT Liga Indonesia Baru (LIB) bikin aturan baru Liga 1 musim depan yang bikin jantung berdebar para penggila bola: suporter boleh tandang ke kandang lawan! Kabar gembira ini tentu disambut sorak-sorai, tapi tunggu dulu! Ada “zona merah” yang bikin ngeri dan siap-siap gigit jari. Ini bukan sekadar kebijakan biasa, ini adalah langkah revolusioner yang mungkin mengubah wajah persepakbolaan nasional!

Wacana suporter bisa kembali saling mengunjungi stadion lawan memang jadi angin segar. Namun, PT LIB punya “catatan khusus” yang bikin sebagian fans mungkin harus menahan diri. Larangan bertandang akan tetap berlaku untuk laga-laga yang punya sejarah rivalitas tinggi, demi menjaga kondusivitas dan keamanan. Sebuah langkah pragmatis yang patut diapresiasi!

Sosok legendaris dari kalangan Bonek, Conk Husin, langsung angkat bicara menanggapi polemik ini. Dengan tegas ia mengaku sepakat jika larangan bertandang hanya berlaku untuk pertandingan-pertandingan yang tensinya memang sangat panas dan rawan bentrok.

“Untuk yang rivalitas tinggi, saya sepakat untuk menjaga kondusivitas kota masing-masing, menjaga agar iklim sepak bola benar-benar kondusif tanpa menumpahkan darah, bagaimanapun sepak bola itu hiburan bukan kuburan,” tegas Conk Husin kepada kumparan. Kalimat ini seakan menjadi mantra baru bagi persepakbolaan Indonesia, sebuah pengingat bahwa rivalitas hanya ada di atas lapangan, bukan di jalanan.

“Kita tidak saling mengunjungi satu sama lain yang rivalitasnya, tensinya sangat tinggi. Kita sangat mendukung. Jakarta ke Bandung, atau Bandung ke Jakarta. Surabaya ke Malang, atau Malang ke Surabaya. Kita masih sepakat itu. Karena bagaimanapun sepak bola ini adalah olahraga yang penuh adu, tensi tinggi,” imbuhnya, menjelaskan dengan gamblang “zona merah” mana saja yang dimaksud. Derby-derby panas yang selalu menyulut emosi, kini harus rela tanpa dukungan langsung dari fans tandang demi kebaikan bersama.

“Dan rivalitas yang sangat, 4 tim ini yang sangat ketat, sangat tinggi. Jadi saya harapkan teman-teman bisa memahami kalau di 4 kota atau beberapa kota lagi yang tidak boleh saling mengunjungi. Tidak masalah. Asal yang lain masih terbuka keran untuk saling mengunjungi. Bukan saling memutus tali silaturahmi,” lanjut Conk Husin, memberikan penekanan bahwa larangan ini bukan berarti memutus total tali persaudaraan antar suporter, melainkan hanya langkah preventif.

Namun, jangan senang dulu atau langsung kecewa! Keputusan PT LIB ini ternyata belum final. Pihaknya masih akan “sowan” dan berkonsultasi langsung dengan Ketum PSSI, sang nahkoda sepak bola Indonesia, Erick Thohir. Tujuannya jelas, agar bisa mendapat restu dari Federasi Sepak Bola Internasional, FIFA, yang punya otoritas penuh atas regulasi sepak bola dunia.

Salah satu pentolan PT LIB, Ferry Paulus, tak ketinggalan memberikan penegasan. “Tertutup pintunya kalau suporter Persib datang ke Persija, atau sebaliknya. Itu pasti tidak bisa. Arema vs Persebaya juga tak akan diizinkan suporter bertandang,” ujarnya, kembali mempertegas daftar laga yang jadi “haram” untuk dikunjungi suporter lawan.

“Kita lagi minta persetujuan kepolisian dan coba dipandu Ketum agar FIFA bisa memberi restu kepada kita. Untuk klub yang tak punya resistensi, mudah-mudahan bisa diizinkan,” imbuh Ferry Paulus, mengisyaratkan adanya fleksibilitas bagi pertandingan-pertandingan dengan tingkat risiko keamanan yang lebih rendah. Jadi, masih ada harapan bagi sebagian besar suporter untuk bisa kembali merasakan atmosfer tandang!

Ini bukan sekadar aturan, ini adalah ujian kedewasaan suporter Indonesia. Mampukah kita mendukung tim tanpa harus mengorbankan nyawa atau memutus tali persaudaraan? Keputusan akhir memang masih digodok, tapi semangat “sepak bola itu hiburan, bukan kuburan” harus selalu jadi pegangan.

Bagaimana menurutmu? Setujukah dengan langkah PT LIB ini? Ayo sampaikan pendapatmu di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar lebih banyak yang tahu!

Leave a Comment

Related Post