
Sains Indonesia – , Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution belum buka suara soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah anak buahnya pada Kamis malam, 26 Juni 2025. Koordinator wartawan Kantor Gubernur Sumut Syaifullah mengatakan Bobby baru akan memberikan pernyataan pada Senin besok, 30 Juni 2025.
“Iya besok, nanti akan diinfokan,” ujar Syaifullah melalui pesan tertulis kepada Tempo, Sabtu, 29 Juni 2025.
Sebelumnya, KPK menggelar OTT di Kabupaten Mandailing Natal, pada Kamis 26 Juni 2025. OTT itu berhubungan dengan suap dalam proyek pembangunan sejumlah jalan di Sumatera Utara.
KPK kemudian menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Sumut Topan Obaja Putra Ginting sebagai tersangka. Topan dikenal sebagai orang dekat Bobby Nasution sejak masih menjadi Wali Kota Medan.
Selain Topan, KPK juga menetapkan Kepala UPTD Gunung Tua Rasuli Efendi Siregar, Pejabat pembuat Komitmen Satker PJN Wilayah I Sumut Heliyanto, serta dua pihak swasta, yaitu Dirut PT Dalihan Natolu Grup M. Akhirun Efendi Siregar dan kontraktor M. Rayhan Dulasmi, sebagai tersangka.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu membuka peluang pemeriksaan terhadap Bobby Nasution. Menurut dia, pemeriksaan Bobby penting jika mereka menemukan adanya perintah atau pun aliran dana kepada menantu mantan Presiden Joko Widodo tersebut.
“Kalau ada kaitannya baik itu ada aliran uang atau ada perintah, tidak harus selalu ada aliran uang termasuk ke gubernur, itu, kami akan panggil tentunya,” kata Asep dalam konferensi pers Sabtu kemarin.
Tempo telah berupaya menghubungi Bobby Nasution secara langsung soal OTT KPK ini. Namun hingga berita ini ditulis suami dari Kahiyang Ayu itu belum memberikan jawaban. Salah satu orang dekat Bobby juga mengatakan tak mengetahui jadwal atau pun keberadaan kader Partai Gerindra tersebut.
Orang yang tak mau disebutkan namanya itu pun meminta Tempo menanyakan hal itu kepada Syaifullah. “Coba ke Saiful ya.” katanya kepada Tempo, Ahad, 29 Juni 2025.









Leave a Comment