Bikin Heboh ASEAN! Malaysia Anti Naturalisasi di U-23, Yakin Juara dengan Pemain Lokal?

Admin Utama

June 20, 2025

3
Min Read

GILA! Pelatih Timnas U-23 Malaysia, Nafuzi Zain, Bikin Gebrakan Kontroversial Jelang ASEAN Cup U-23 2025! Di tengah tren pemain naturalisasi yang menjamur di kancah sepak bola Asia Tenggara, bos muda Harimau Malaya ini justru ambil jalur ekstrem: ogah pakai pemain asing! Ya, Anda tidak salah baca. Nafuzi Zain menegaskan skuadnya di ASEAN Cup U-23 2025 nanti hanya akan diisi murni pemain lokal Malaysia!

Turnamen akbar ASEAN Cup U-23 2025 sendiri siap digelar di rumah kita, Jakarta, mulai 15 hingga 29 Juli. Sepuluh tim peserta akan bertarung sengit yang terbagi dalam tiga grup. Jangan kaget, Grup A jadi arena perang dingin sekaligus reuni akbar, ada Indonesia sebagai tuan rumah, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina. Sementara itu, Grup B diisi Vietnam, Laos, dan Kamboja, dan Grup C dihuni Thailand, Myanmar, serta Timor Leste.

Keputusan Nafuzi Zain ini jelas bikin geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, di saat tim senior Malaysia sedang moncer-moncernya berkat suntikan tenaga pemain naturalisasi, dan bahkan dua tahun lalu Timnas U-23 Malaysia juga mengandalkan nama seperti Fergus Tierney, Nafuzi malah ‘haramkan’ cara instan itu! Seolah ingin menghapus tradisi dan membuktikan bahwa talenta murni Malaysia bisa bicara banyak di kancah ASEAN Cup U-23 2025.

Meski terkesan nekat, Nafuzi punya dasar kuat di balik keputusannya. Dia punya keyakinan penuh pada para pemain lokal yang mengasah diri di kompetisi Liga Super Malaysia. Baginya, kualitas dan potensi terbaik justru ada di tangan mereka yang dididik di tanah sendiri. “Tim tidak akan memiliki pemain naturalisasi tetapi hanya bakat yang dilatih di Malaysia,” tegas Nafuzi Zain. “Kami percaya bahwa Liga Super (Malaysia) akan memberikan banyak nama dengan potensi besar.”

Nafuzi juga tidak akan sembarangan dalam memilih pasukannya. Dia punya kriteria ketat, mencari pemain dengan karakteristik yang paling cocok dengan gaya bermain yang akan diusungnya. Beberapa nama yang pernah memperkuat tim U-19 dan U-23 sebelumnya tentu jadi prioritas, namun Nafuzi juga membuka pintu lebar bagi talenta-talenta muda yang belum pernah mencicipi level tim nasional. “Kami melihat potensi pemain yang menurut saya cocok dengan gaya bermain seluruh tim,” ujarnya. “Beberapa pemain bermain untuk level U-19 dan U-23 sebelumnya, tetapi juga ada pemain yang belum pernah dipanggil ke tim nasional. Kami memberikan kesempatan kepada semua yang layak mendapatkannya.”

Skuad final Harimau Malaya muda ini kabarnya baru akan rampung pada 12 Juli mendatang. Para pemain inilah yang nantinya akan jadi ujung tombak ambisi Malaysia di Jakarta. Nafuzi Zain sendiri sadar, Piala AFF U-23 (sebelumnya ASEAN Cup U-23) belum pernah jadi milik Malaysia. Namun, dia punya target realistis yang tak kalah ambisius: tembus semifinal! “Seluruh tim akan fokus pada setiap pertandingan, kami setidaknya harus memenuhi syarat untuk bisa masuk semifinal,” pungkas Nafuzi.

Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah langkah berani Nafuzi Zain yang menolak pemain naturalisasi ini adalah keputusan jenius yang akan membawa Timnas U-23 Malaysia terbang tinggi di ASEAN Cup U-23 2025, atau justru jadi bumerang? Yuk, bagikan pendapat kalian di kolom komentar dan jangan lupa sebarkan berita menarik ini!

Leave a Comment

Related Post