
Suara Membisikkan Ketakutan dari Teheran: Kisah Seorang Saudara Perempuan di Tengah Bom dan Serangan!
Bayangkan: saudara perempuan Anda terjebak di tengah gempuran bom di Teheran. Koneksi WhatsApp putus-putus, namun suaranya, dipenuhi rasa takut dan cemas, berhasil menembus hiruk pikuk perang. Inilah kisah nyata yang saya alami sebagai jurnalis BBC di London.
“Apa yang akan terjadi? Apa yang harus kami lakukan?” Pertanyaan itu menghantui saya. Presiden Trump bahkan menyarankan warga Teheran untuk mengungsi. Benarkah ancaman itu?
Sejak Kamis malam (12/06), Teheran dihujani serangan udara. Pesawat-pesawat tempur Israel membelah langit, disambut tembakan antipesawat Iran yang nyaris tak efektif. Dari jendela apartemennya di gedung tinggi, saudara perempuan saya menyaksikan kengerian itu.
Militer Israel memerintahkan pengungsian di distrik tempat tinggalnya, namun ia memilih untuk bertahan. Tidak ada target militer di dekat apartemennya, katanya. Namun, ketakutan menghantui; sebuah unit komersial di dekatnya, diduga milik Korps Garda Revolusi, menjadi momok. Aktivitas rahasia Korps Garda Revolusi membuat banyak warga tak tahu siapa tetangga mereka, atau apakah ada target militer di sekitar mereka.

Listrik dan air masih tersedia, tetapi pasokan makanan menipis. Toko-toko tutup, termasuk toko roti – kekurangan tepung dan pengungsian pemiliknya menjadi penyebabnya. Saudara perempuan saya menolak meninggalkan kota, mungkin karena tak punya tempat tujuan, sementara ratusan ribu – mungkin jutaan – orang lain telah mengungsi. Jalanan, yang sebelumnya padat, kini sunyi senyap. Ketakutan membayangi setiap langkah.
Laporan terbaru menunjukkan antrean di SPBU mulai berkurang, begitu pula kemacetan di jalan keluar kota. Namun, warga yang tinggal di dekat fasilitas nuklir hidup dalam ketakutan kontaminasi radioaktif. Lokasi-lokasi ini berulang kali menjadi sasaran serangan. Meskipun Badan Pengawas Nuklir Internasional menyatakan tingkat radioaktivitas belum berubah, kecemasan tetap membayangi.
Ke mana semua ini akan berakhir? Berapa lama serangan ini akan berlanjut? Pertanyaan ini terus bergema di benak jutaan orang Iran. Banyak yang bergantung pada saluran TV berbahasa Persia di luar negeri, termasuk BBC Persia, untuk mendapatkan informasi. Lalu lintas situs BBC Persia dari dalam Iran meningkat drastis, meskipun koneksi internet sangat lambat.
Trump menyerukan Iran untuk menyerah, namun Ayatollah Ali Khamenei menolak. Meskipun banyak orang Iran tak simpati dengan rezim, kekhawatiran akan kekacauan dan pelanggaran hukum jika rezim tersebut runtuh, tetap ada.
Teheran hari ini adalah cerminan ketegangan geopolitik yang berbahaya. Nasib saudara perempuan saya, dan jutaan orang Iran lainnya, masih belum jelas. Apa pendapat Anda tentang situasi ini? Bagikan artikel ini dan mari kita dengarkan suara-suara dari Teheran!
- Trump punya tiga pilihan dalam pertikaian Israel-Iran – Apakah AS akan serang Iran?
- Israel bertekad menggulingkan rezim Iran – Pertaruhan besar Netanyahu
- Siapa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan seberapa berpengaruh keluarganya?









Leave a Comment