Baru Dipecat Putin, Eks Menteri Transportasi Rusia Ditemukan Tewas

Admin Utama

July 7, 2025

2
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – Roman Starovoyt ditemukan tewas dengan luka tembak di wilayah Moskow, Komite Investigasi Rusia mengonfirmasi pada Senin 7 Juli 2025, beberapa jam setelah ia diberhentikan sebagai menteri transportasi negara itu oleh Presiden Vladimir Putin.

Juru bicara komite Svetlana Petrenko seperti dilansir Anadolu mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menetapkan keadaan di balik kematian mantan menteri tersebut. Tidak jelas kapan tepatnya Starovoyt meninggal.

Petrenko mengatakan di Telegram bahwa Starovoyt ditemukan tewas di mobilnya dengan luka tembak. “Kemungkinan utamanya adalah bunuh diri,” ia menambahkan.

Mengutip layanan darurat, media pemerintah Rusia, termasuk kantor berita RIA, sebelumnya melaporkan bahwa Starovoyt bunuh diri di Kota Odintsovo di wilayah Moskow.

Starovoyt, yang berusia 53 tahun, menjabat sebagai menteri transportasi Rusia sejak Mei 2024 tahun lalu.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden Putin menandatangani dekrit yang memberhentikan Starovoyt. Ia diangkat ke jabatan tersebut pada Mei 2024, setelah menjabat sebagai gubernur wilayah perbatasan Rusia di Kursk sejak September 2019.

Putin kemudian menandatangani dekrit lain yang menunjuk wakilnya, Andrey Nikitin, sebagai penjabat menteri transportasi negara itu.

Seperti dilansir France24, dekrit itu hanya menyebutkan, “Roman Starovoyt diberhentikan dari jabatan Menteri Transportasi.”

Pemecatan Starovoyt terjadi setelah kekacauan perjalanan di bandara Rusia selama akhir pekan menyusul serangan drone Ukraina.

Sektor penerbangan Rusia juga kekurangan suku cadang dan kereta api Rusia, pemberi kerja terbesar di negara itu, bergulat dengan melonjaknya biaya bunga karena suku bunga tinggi – yang diperlukan untuk mengekang inflasi yang lebih tinggi yang diperburuk oleh perang – mulai membebani mereka.

Media pemerintah Rusia juga berspekulasi pemecatan itu terkait dengan korupsi di wilayah Kursk dan kemungkinan kasus pidana penggelapan dana yang dimaksudkan untuk benteng di wilayah perbatasan.

Dua sumber dari industri transportasi mengatakan rencana untuk mengganti Starovoyt dengan Nikitin telah disusun sebelum Forum Ekonomi Internasional bulan lalu di St. Petersburg.

Mengomentari pemecatan itu, sebelum kematian Starovoyt diumumkan, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pemecatan itu “tidak terkait dengan hilangnya kepercayaan”.

Wilayah Kursk sebagian direbut oleh pasukan Ukraina pada Agustus 2024 dalam sebuah serangan mendadak. Moskow hanya berhasil mengusir pasukan Ukraina, meskipun pada akhir Juni Kyiv mengatakan masih menguasai sebagian kecil wilayah di dalam Rusia.

Pengganti Starovoyt, Aleksey Smirnov, hanya menjabat sebentar. Ia ditangkap pada April dan kemudian dituduh menggelapkan dana yang telah dialokasikan untuk pembangunan benteng di perbatasan dengan Ukraina.

Menurut media Rusia Kommersant, Starovoyt akan diajukan sebagai terdakwa dalam kasus yang sama.

Pilihan Editor: Ukraina Serang Fasilitas Senjata Elektronik Rusia saat Putin dan Trump Bicara di Telepon

Leave a Comment

Related Post