Ayah Anak Terlibat Korupsi Minyak Pertamina: Fakta Mencengangkan Terungkap!

Admin Utama

July 12, 2025

4
Min Read

Sains Indonesia – Dunia bisnis Indonesia kembali diguncang! Nama Muhammad Kerry Adrianto dan ayahnya, Riza Chalid, mendadak jadi buah bibir. Kenapa? Mereka berdua jadi tersangka kasus korupsi minyak mentah Pertamina yang lagi diusut tuntas Kejaksaan Agung (Kejagung)! Siapa sangka, bapak dan anak ini terseret pusaran korupsi yang nilainya bikin geleng-geleng kepala.

Riza Chalid, sang ayah, ditetapkan sebagai tersangka karena perannya sebagai beneficial owner PT Orbit Terminal Merak. Sementara itu, Muhammad Kerry Adrianto, sang anak, juga nggak kalah “berprestasi” dengan status tersangka atas perannya sebagai beneficial owner perusahaan lain yang masih satu jaringan. Jadi, apa sih sebenarnya beneficial owner itu? Sederhananya, mereka ini pemilik asli yang mengendalikan perusahaan, meskipun namanya nggak tercantum langsung di akta perusahaan.

Sampai saat ini, total sudah ada 18 tersangka yang terlibat dalam kasus korupsi minyak mentah ini. Bayangkan, 18 orang! Mereka ini terdiri dari mantan petinggi perusahaan BUMN, termasuk mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution. Kejagung sendiri belum buka-bukaan soal detail penyimpangannya, tapi yang jelas, semua tersangka ini diduga kuat terlibat dalam skema yang merugikan negara dengan angka yang fantastis dalam transaksi ekspor-impor dan pengelolaan minyak mentah.

Kerugian negara akibat korupsi ini masih dihitung, tapi angka sementara yang diungkapkan Kejaksaan sudah mencapai Rp 285 triliun! Itu setara dengan sekitar 17,3 miliar dollar AS (dengan kurs Rp 16.500 per dollar AS). Gokil! Kasus ini jadi salah satu proses hukum terbesar yang pernah menjerat perusahaan pelat merah strategis.

Riza Chalid: Si Raja Minyak yang Misterius

Kalau kamu cari profil Riza Chalid di internet, mungkin nggak banyak informasi yang bisa kamu temukan. Tapi, di kalangan elite bisnis, terutama di industri perdagangan minyak, nama Riza Chalid sudah sangat dikenal. Bahkan, dia sempat mengendalikan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), anak usaha Pertamina yang berbasis di Singapura dan berperan penting dalam pengadaan minyak mentah.

Melalui perusahaannya, Global Energy Resources, Riza Chalid disebut-sebut sebagai pemasok minyak terbesar ke Petral. Selain itu, dia juga mengendalikan perusahaan bernama Gold Manor, yang sempat terseret dalam kasus dugaan korupsi tender impor minyak Zatapi pada tahun 2008. Nggak cuma di sektor minyak, Riza Chalid juga merambah berbagai bisnis lain, mulai dari ritel mode, perkebunan sawit, sampai minuman jus. Nggak heran, kekayaannya diperkirakan mencapai 415 juta dollar AS, yang membuatnya menjadi orang terkaya ke-88 di Indonesia versi Globe Asia tahun 2015.

Muhammad Kerry Adrianto: Penerus Kerajaan Bisnis Sang Ayah

Muhammad Kerry Adrianto, sang anak, juga nggak mau kalah dengan ayahnya. Di usia yang relatif muda, 39 tahun, dia sudah mengendalikan perusahaan trader minyak besar yang menjadi mitra Pertamina, yaitu PT Navigator Khatulistiwa dan PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi.

PT Navigator Khatulistiwa adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengoperasian kapal tongkang, tanker minyak, tunda, dan pengangkut gas. Sementara itu, PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi bergerak dalam bisnis pengangkutan migas dan komoditas tambang lain dengan kapal laut. Keduanya, sama-sama punya peran vital dalam industri energi Indonesia.

Tanggapan Pertamina: Hormati Proses Hukum

Menanggapi kasus yang menyeret nama petinggi dan mitra bisnisnya, VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko, menyatakan bahwa Pertamina menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang dan bersikap kooperatif.

Fadjar juga menegaskan bahwa pelayanan Pertamina terkait pemenuhan energi kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Operasional perusahaan pun tetap berjalan normal seperti biasa. Selain itu, Pertamina berkomitmen untuk terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) serta meningkatkan transparansi di seluruh proses bisnis.

Kasus korupsi yang menjerat Riza Chalid dan Muhammad Kerry Adrianto ini menjadi tamparan keras bagi dunia bisnis Indonesia. Pertanyaannya, siapa lagi yang akan terseret dalam pusaran korupsi ini? Dan bagaimana nasib Pertamina ke depannya? Satu yang pasti, kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya agar tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan celah untuk merugikan negara dan masyarakat.

Bagaimana pendapatmu tentang kasus korupsi ini? Apakah kamu punya harapan agar kasus ini bisa menjadi momentum pembenahan di tubuh Pertamina? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu agar semakin banyak orang yang aware dengan isu penting ini!

Leave a Comment

Related Post