Sains Indonesia – Jakarta – Bikin Kaget! Setelah drama panjang, Donald Trump akhirnya pangkas tarif impor produk Indonesia! Dari 32% jadi cuma 19%. Kira-kira, deal apa ya yang berhasil dibujuk Presiden Prabowo Subianto sampai Trump luluh begini?
“Pagi ini saya meraih sebuah kesepakatan penting dengan Republik Indonesia sesudah berbicara dengan Presiden yang sangat saya hormati, Prabowo Subianto,” cuit Trump di Truth Social, Selasa (15/7/2025).
Yuk, kita bedah perjalanan panjang & berliku pengenaan tarif impor AS ke Indonesia ini! Siap-siap tercengang!
Awal Mula: Trump Gebrak dengan Tarif Impor 32% – Apa Pemicunya?
Masih ingat kan, awal April 2025 lalu, Trump bikin geger dengan pengumuman tarif timbal balik impor? Indonesia kena getahnya, dipatok 32%! Alasannya? Trump merasa AS rugi karena defisit perdagangan.
Lewat Perintah Eksekutif yang diposting di situs Gedung Putih, Trump blak-blakan soal kurangnya timbal balik, perbedaan tarif, dan kebijakan ekonomi negara mitra yang bikin upah & konsumsi di AS tertekan.
“Kebijakan tarif timbal balik merupakan kebijakan Amerika Serikat untuk menyeimbangkan kembali arus perdagangan global dengan mengenakan bea ad valorem tambahan pada semua impor dari semua mitra dagang. Bea ad valorem tambahan akan dimulai 10 persen,” tulisnya.
Salah satu alasan spesifiknya? Tarif etanol yang diterapkan Indonesia ke AS dianggap terlalu tinggi! Trump menunjuk hidung, “Indonesia (30 persen) mengenakan tarif yang lebih tinggi pada etanol daripada Amerika Serikat (2,5 persen).” Pedas!
Indonesia Bergerak: Negosiasi Tingkat Tinggi Dimulai!
Nggak tinggal diam, Pemerintah Indonesia langsung tancap gas melakukan negosiasi. Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Thomas Djiwandono (Wamenkeu), dan Mari Elka Pangestu (Wakil Ketua DEN) jadi garda terdepan.
Airlangga bilang, Indonesia proaktif lobi pejabat AS. Diskusi intensif dilakukan dengan Kementerian Perdagangan AS (USTR), dan Kemenkeu AS.
“Dari hasil pembicaraan, Indonesia ini merupakan salah satu negara yang diterima lebih awal. Jadi, ada beberapa negara lain yang juga sudah berbicara dengan Pemerintah Amerika Serikat, antara lain Vietnam, Jepang, dan Italia,” jelas Airlangga dalam konferensi pers (18/4/2025).
Apa saja yang dinegosiasikan? Mulai dari peningkatan impor komoditas tertentu, kerjasama di bidang mineral, permudah prosedur impor, peningkatan SDM, hingga perbaikan regulasi TKDN dan deregulasi perdagangan. Kompleks!
Drama KTT BRICS: Trump Ancam, Indonesia Santai!
Konflik makin panas! Awal Juli 2025, Trump mengancam negara-negara yang dukung KTT BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan). Tuduhannya? Anti-Amerika! Padahal, saat itu para pemimpin BRICS, termasuk Indonesia, lagi kumpul di Rio de Janeiro.
Wamenlu Arrmanatha Nasir (Tata) langsung pasang badan. Menurutnya, KTT BRICS bukan buat lawan AS! Tapi wadah negara berkembang atasi tantangan bersama.
“Jadi, tidak ada langkah-langkah untuk melawan suatu negara, suatu kelompok negara,” tegas Tata di Rio de Janeiro (7/7/2025). Keren!
Tarif Impor Tetap 32%: Trump Nggak Mau Kalah!
Meski ada ancaman dan negosiasi, Trump tetap ngotot! Sehari setelah ancam BRICS, Trump umumkan tarif impor baru ke 15 negara, termasuk Indonesia. Tarifnya? Tetap 32%!
“Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan tarif kepada Indonesia hanya sebesar 32 persen pada setiap dan semua produk Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat, terpisah dari semua tarif sektoral,” tulis Trump dalam surat ke Prabowo. Wah!
Tapi, ada secercah harapan! Trump buka peluang penurunan tarif, bahkan pembatalan, kalau Indonesia mau penuhi permintaannya. Syaratnya: bangun fasilitas manufaktur di AS dan hapus hambatan perdagangan.
“Apabila Anda ingin membuka pasar perdagangan yang sebelumnya ditutup bagi Amerika Serikat, dan menghapus kebijakan tarif, non-tarif, dan hambatan perdagangan Anda, kami mungkin akan mempertimbangkan penyesuaian terhadap surat ini,” imbuhnya.
Prabowo Turun Tangan: Negosiasi Langsung Jadi Kunci!
Setelah pengumuman kedua ini, Presiden Prabowo dikabarkan berencana menemui langsung Donald Trump. “Ada (rencana pertemuan), tapi saya belum bisa memastikan kapan,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi (11/7/2025).
Tim Indonesia yang dipimpin Airlangga Hartarto terus berjuang di AS. Harapannya cuma satu: kebijakan Amerika ditinjau ulang dan menguntungkan perdagangan Indonesia.
Happy Ending? Trump Pangkas Tarif Jadi 19%!
Akhirnya! Pada 15 Juli 2025, Trump umumkan tarif impor baru untuk Indonesia. Hasilnya? Tarif dipangkas jadi 19% setelah diskusi intens dengan Prabowo!
“Pagi ini saya menyelesaikan sebuah kesepakatan penting dengan Republik Indonesia setelah berbicara dengan Presiden yang sangat saya hormati, Prabowo Subianto,” kata Trump dengan nada puas.
Kabarnya, Indonesia tawarkan sejumlah kesepakatan dagang: beli 50 pesawat Boeing, impor energi dari AS senilai US$ 15 miliar (sekitar Rp 240 triliun), dan beli produk pertanian AS senilai US$ 4,5 miliar (sekitar Rp 72 triliun).
“Untuk pertama kalinya, peternak, petani, dan nelayan kami akan memiliki akses lengkap dan total ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang. Ekspor AS ke Indonesia akan bebas hambatan tarif dan non-tarif,” pungkas Trump.
Eka Yudha Saputra, Sita Planasari, Hendrik Yaputra, dan Adinda Jasmine berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Jadi, deal-nya oke banget kan? Gimana menurut kalian? Apakah ini kemenangan diplomasi Indonesia? Atau ada udang di balik batu? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu biar makin rame diskusinya!









Leave a Comment