Sains Indonesia – , Jakarta – Ada apa ini? Ketua DPR Puan Maharani baru saja buka suara terkait calon-calon duta besar yang diusulkan pemerintah, tapi mendadak memilih bungkam soal nama dan negara tujuannya! Padahal, ini menyangkut perwakilan Indonesia di kancah global. Apa yang sebenarnya terjadi di balik tirai rapat parlemen?
Ternyata, Puan Maharani tidak bisa sembarangan menyebutkan detail nama calon duta besar (dubas) maupun negara tempat mereka akan bertugas. Ini bukan tanpa alasan! Mengacu pada Pasal 231 Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib, pembahasan dan pertimbangan terhadap calon dubes memang wajib dilakukan secara rahasia. Alasannya? Tentu saja menyangkut legalitas dan kerahasiaan diplomatik yang sangat sensitif bagi hubungan antarnegara. “Namun, bisa saya sampaikan pemerintah usulkan calon dubes untuk 24 negara,” ungkap Puan setelah rapat paripurna DPR ke-22 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2024-2025 pada Kamis, 3 Juli 2025. Angka 24 ini tentu bukan jumlah yang sedikit, menunjukkan betapa krusialnya pengisian pos-pos diplomatik ini.
Setelah “disampaikan secara rahasia” di rapat paripurna, langkah selanjutnya pun tak kalah penting. Puan menjelaskan bahwa Komisi I DPR, yang merupakan alat kelengkapan dewan (AKD) yang ditunjuk, akan segera melakukan uji kelayakan dan kepatutan bagi para calon duta besar. “Mulai hari ini Komisi I DPR akan melakukan mekanisme fit and proper test,” tegas politikus PDIP itu. Ini adalah tahapan krusial untuk memastikan figur-figur yang diusulkan memang layak dan memiliki kapasitas mumpuni untuk mewakili kepentingan bangsa di luar negeri.
Menariknya, catatan Tempo menyoroti bahwa hingga kini, ada 12 pos dubes Indonesia yang masih kosong, baik di negara sahabat maupun organisasi internasional. Pos-pos ini dibagi menjadi dua kategori: “kosong lama” dan “transisi.” Kategori pertama, pos dubes kosong lama, mencakup lima negara strategis, antara lain: Amerika Serikat; Korea Utara; Libya; Myanmar; dan Afghanistan. Bayangkan, Libya menjadi negara terlama yang mengalami kekosongan dubes sejak 2017, sementara Amerika Serikat, negara adidaya, juga mengalami kekosongan dubes sejak 2023! Ini tentu menjadi PR besar bagi diplomasi Indonesia.
Tak hanya itu, ada juga pos dubes transisi yang akan segera berakhir masa jabatannya, termasuk di kantor-kantor penting seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York dan PBB Jenewa. Selain itu, ada juga pos-pos di Polandia, Jerman, Meksiko, Azerbaijan, dan Jepang. Puan Maharani sendiri membenarkan bahwa beberapa di antara pos dubes yang kosong tersebut memang termasuk di kantor PBB. Meski begitu, ia tetap kukuh enggan menyebutkan nama-nama calon dubes yang akan ditempatkan di pos-pos strategis ini, menjaga kerahasiaan sesuai aturan yang berlaku.
Puan Maharani menambahkan bahwa nama-nama calon yang telah diusulkan pemerintah merupakan figur-figur pilihan terbaik yang dinilai mampu mewakili Indonesia dengan sebaik-baiknya. “Kami berharap memahami situasi geopolitik dan global yang tidak menentu seperti ini,” ucapnya, menekankan betapa kompleksnya tugas seorang dubes di era sekarang. Sebelumnya, dalam rapat paripurna, Puan memang telah menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah menerima Surat Presiden Nomor R3 bertanggal 1 Juli 2025 perihal permohonan pertimbangan bagi calon dubes di negara sahabat dan organisasi internasional. Prosedurnya jelas, surat pencalonan dubes disampaikan presiden kepada pimpinan DPR, lalu pimpinan DPR memberitahukan dalam rapat paripurna terdekat tanpa menyebut nama dan negara tujuan, sebelum akhirnya “Rapat paripurna DPR menugasi komisi terkait untuk membahasnya secara rahasia.”
Pengisian pos-pos duta besar ini menjadi sangat krusial di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Kemampuan para dubes terpilih untuk membaca situasi, menjalin relasi, dan memajukan kepentingan Indonesia akan sangat menentukan wajah diplomasi kita di mata dunia. Jadi, mari kita pantau bersama proses uji kelayakan ini. Menurut Anda, siapa figur yang paling pas untuk mengisi pos-pos strategis ini? Bagikan pendapatmu di kolom komentar dan sebarkan artikel ini agar semakin banyak yang tahu!









Leave a Comment