Jembatan Gentala Arasy

Created on Tuesday, 17 January 2017
Semburat jingga di langit mulai pudar. Senja beranjak, berganti malam. Gentala Arasy, jembatan megah yang membelah Sungai Batang Hari itu tampak semakin elok, berhias cahaya beraneka warna. 

 

Selepas senja, biasanya kursi-kursi yang ditata pedagang kaki lima di kawasan Taman Tango Rajo dan sekitar Ancol, begitu masyarakat Jambi menamai tempat nongkrong di tepian Sungai Batang Hari ini, menjadi rebutan pengunjung. “Kalau sudah mulai sore, semakin ramai. Asyik, duduk santai menikmati jagung bakar, kopi, dan pemandangan Jembatan Gentala Arasy dengan cahaya lampu yang bagus. Sampai tengah malam di sini juga betah. Kalau di Jakarta ada Ancol dan Monas, di Jambi juga ada,” kata Araz, pemandu yang mendampingi Majalah Sains Indonesia saat mengikuti rangkaian kegiatan Sail Selat Karimata di Jambi, beberapa waktu lalu. 

Keindahan cahaya yang terlihat tak hanya memancar dari jembatan. Tetapi juga dari Menara Gentala Arasy, yang berada di ujung jembatan (bila dilihat dari Ancol). Jembatan dan menara, yang menjadi ikon baru Kota Jambi itu mulai dibangun tahun 2012 dengan anggaran Rp 77 miliar. Diresmikan pada 28 Maret 2015, oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jembatan dan Menara Gentala Arasy kini menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Ibukota Provinsi Jambi.  

Landmark yang merupakan bangunan perpaduan arsitektur modern dan gaya Melayu yang kental dengan nuansa Islami ini memang dibangun untuk tujuan wisata. Di dalam menara, terdapat museum dengan koleksi beberapa peninggalan karya sastra dan kitab Melayu Kuno, yang ditulis tangan oleh para tokoh budaya dan ulama Melayu. Museum, yang diharapkan bisa terkenal seperti Monumen Nasional (Monas) di Jakarta ini, juga memajang beberapa  Al Quran dalam berbagai ukuran. 

Ingin seperti Monas, Menara Gentala Arasy juga dilengkapi dengan lift, untuk naik sampai ke puncak. Sayang, karena alasan listrik yang selalu byar pet, demi keamanan pengunjung, lift tidak dioperasikan. Bila ingin naik, untuk melihat pemandangan Sungai Batang Hari dan Kota Jambi dari ketinggian menara, tersedia tangga di salah satu sisinya. Tinggi Menara Gentala Arasy 80 meter. Namun, pengunjung hanya diperbolehkan naik sampai di ketinggian 25 meter. Itupun, sebelum pukul 14.00 WIB. Jam buka museum pukul 08.00 – 15.00 WIB.  

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 61

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia