Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si: Perlu Leadership untuk Membangkitkan Inovasi

Created on Wednesday, 27 January 2016
Sejatinya, Indonesia punya potensi  luar biasa. Wilayah daratan dan lautannya terbentang luas. Kekayaan sumberdaya alam, baik yang terbarukan maupun tidak terbarukan,  amat berlimpah. Tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rotte. 

 

Sayang, potensi megabiodiversitas itu  baru sekitar 5% saja yang dimanfaatkan. Sebagian masih menganggur, sebagian lain bahkan meluruh seiring  dengan rusaknya ekosistem. Ironisnya, dari yang sedikit itu pun umumnya masih berupa bahan mentah. Maka, tidak aneh, jika untuk memenuhi kebutuhan domestiknya, Indonesia masih banyak bergantung impor.

Karunia yang belimpah itu belum banyak menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan. Daya saing dan nilai tambah sebagian besar produk Indonesia masih terbilang rendah. Untuk mengubahnya, inovasi menjadi kata kunci. Bagaimana inovasi bisa menjadi solusi? Apa saja kebijakan dan langkah strategis yang diperlukan agar inovasi memacu industrialisasi yang menyejahterakan? Dedi Junaedi dan Faris Sabilar Rusydi dari Majalah Sains Indonesia mewawancarai Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dr Ir Jumain Appe MSi di kantornya. Berikut adalah petikannya. 

Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia memiliki Dirjen Penguatan Inovasi. Ini kabar baik sekaligus memberi harapan. Bisa dijelaskan alasan logisnya? 

Kerangka logisnya, kita punya kekayaan sumber daya alam berlimpah, tapi belum memiliki daya saing dan bernilai tambah rendah. Untuk itu, kita harus mengelolanya seoptimal mungkin. Kecenderungan mengekspor  bahan mentah harus diubah menjadi ekspor bahan olahan yang bernilai tambah jauh lebih tinggi.
Faktanya, daya saing Indonesia dalam dua tahun terakhir turun dari 34 ke 37 dari 144 negara. Padahal, Nawacita menuntut peningkatan daya saing. Lantas, apa yang bisa kita lakukan?  Mengembangkan inovasi di berbagai sektor dan membangun SDM terampil. Keduanya  kewenangan dari Kemenristekdikti. Dirjen Penguatan Inovasi hadir untuk membangun sinergi penguatan inovasi dan SDM di lembaga Litbang dan PT agar dapat mendukung upaya peningkatan daya saing ekonomi nasional.

Sebenarnya, bagaimana konsep inovasi yang hendak dikembangkan?

Inovasi adalah proses pembelajaran dengan muara penciptaan nilai ekonomi. Sehingga perlu ada bisnis model, rantai pasok yang  efektif dan efisien, juga manufacturing. Misalnya, bagaimana menciptakan industri inti yang disokong oleh industri-industri manufaktur disekelilingnya. Dengan begitu, biaya produksi bisa ditekan jauh lebih murah. Proses produksi juga lebih cepat karena jaraknya lebih dekat.

Komersialisasi teknologi baru dan tepat guna perlu sinergi antara perguruan tinggi, lembaga Litbang, dan industri. Kita perlu meng-arahkan perguruan tinggi dan lembaga Litbang  melakukan riset dan inovasi sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, apa yang mereka teliti semuanya terserap pasar. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 50

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia