Imtaq dan Iptek Tingkatkan Produktivitas Bangsa

Created on Monday, 29 August 2016

 

Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie FREng menyampaikan hal itu ketika membuka Habibie Festival di Museum Nasional Jakarta (11/8). Presiden ke-3 RI itu mengimbau generasi muda untuk meningkatkan produktivitas dengan menjadi SDM terbarukan. Caranya, dengan memiliki kualitas iman dan taqwa (Imtaq) yang tinggi, serta menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

“Keduanya harus berjalan seimbang, keduanya penting bagi bangsa dan umat,” jelas pria yang biasa dipanggil Habibie itu. Akan tetapi Habibie berpendapat Imtaq lebih penting dibanding Iptek. “Kalau Allah menanyakan kepada saya, Habibie penting seratus persen Imtaq nol persen Iptek, atau seratus persen Iptek atau nol persen Imtaq, saya bilang seratus persen Imtaq,” terang Habibie. 

Selain itu, pria yang menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi empat periode di zaman Soeharto ini juga menekankan pentingnya sinergi antar elemen umat. Jika umat dapat membangun sinergi positif, maka akan sangat berdampak besar bagi rak-yat Indonesia secara keseluruhan. Seperti terciptanya stabilitas dan meningkatnya kualitas SDM terbarukan.

“Kita harus bersinergi sehingga bisa menghasilkan karya nyata. Produktivitas SDM yang tinggi akan menghasilkan karya yang bisa menjadikan Indonesia lebih unggul. Ujung tombak penggerak bangsa ini adalah generasi muda, maka teruslah berkarya. Jangan hanya puas dengan satu pencapaian saja,” tutur Habibie dalam acara yang diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-80 itu.

Habibie pun mencontohkan perjalanan Airbus yang senantiasa konsisten sejak awal pembuatannya hingga akhirnya kini bisa bersaing dengan Boeing. “Sebuah karya selalu membutuhkan pembaruan. Kita jangan cepat bosan, harus terus belajar, karena suatu karya tidak diciptakan oleh satu generasi, semua ada tahapannya,” ungkap pria yang lahir 25 Juni 1936 di Pare Pare, Sulawesi Selatan tersebut.

Pada kesempatan berbeda, Habibie juga berharap pemerintah bisa meningkatkan ang-garan riset nasional. Selain memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional, pening-katan anggaran riset ini, jelas Habibie, juga dimaksudkan untuk mengubah perekonomian Indonesia dari komparatif menjadi kompetitif. 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 57

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia