M Zulficar Mochtar, ST, MSc: Hasil Riset Balitbang Harus Menjadi Basis Perencanaan KKP

Created on Friday, 01 April 2016
 

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara resmi melantik pejabat tinggi madya atau setara eselon satu lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada pertengahan Maret lalu. Salah satu yang dilantik adalah M Zulficar Mochtar menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. 

Mantan Koordinator Destructive Fishing Watch itu dipilih Susi karena ide-idenya mengembangkan sektor kelautan sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Masa depan bangsa ini ada di laut, ujar Vicar, panggilan akrab pria kelahiran Makasar, 22 Juli 1971 silam.

Dunia kelautan tidak asing bagi alumni Fakultas Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Hasanuddin itu. Sejak lulus, Vicar memang aktif menjadi penggiat organisasi non pemerintah di bidang kelautan. Hingga saat ini, alumnus Cardiff University, Inggris dengan konsentrasi bidang kebijakan lingkungan itu menjabat Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo). Dalam hal kepemimpinan, Vicar tercatat pernah mengikuti program International Visitor Leadership Program (IVLP) yang diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Salah satu misi utamanya sebagai Kepala Badan Litbang Kelautan dan Perikanan adalah mengembalikan arah kegiatan Litbang KP menjadi semacam Think Tank-nya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurut Vicar, Produk Litbang KP harus menjadi basis perencanaan dan kebijakan KKP. Harus dilakukan hilirisasi atau industrialisasi semua hasil riset agar produk Litbang bermanfaat bagi masyarakat. Produk Litbang harus mampu memenuhi kebutuhan semua direktorat teknis di KKP.

Vicar pun siap untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak agar pembangunan kelautan bisa lebih optimal. Baik kelautan sebagai sumberdaya pangan, biodiversitas, industri dan jasa kelautan, logistik serta pertahanan dan keamanan laut.

“Ini amanah yang berat. Kami harus berge-rak cepat untuk merebut kejayaan laut Indonesia. Semua kegiatan KKP harus berbasis riset. Oleh karena itu riset-riset harus makin berkualitas dan bisa diimplementasikan,” ujarnya.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 52

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia