Waspadai Kejahatan Finansial di Dunia Maya

Created on Tuesday, 12 December 2017
Masyarakat harus waspada terhadap financial cyber crime. Sektor finansial menjadi makanan empuk para penjahat siber sebagai imbas dari meningkatnya transaksi digital.

 

Akhir september lalu, dua orang penjahat siber asal Bulgaria menggegerkan Buleleng, Bali. Berbekal alat skimming (alat untuk mencuri PIN atau data nasabah) berupa kamera berbasis mini wifi router, keduanya berhasil membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik salah satu bank pelat merah. Beruntung, Ditreskrimsus Polda Bali berhasil meringkus mereka.

Kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Modus operandi dengan alat skimming marak, terutama di kawasan wisata pinggiran yang cukup jauh dari kota. Alat tersebut biasanya diletakkan di penutup tombol ketika nasabah memasukkan nomor PIN ATM-nya. Tidak lama setelah menekan PIN, data-data nasabah otomatis akan masuk dan tersimpan dalam laptop penjahat. 

“Data ini digunakan pelaku skimming untuk menggandakan data nasabah dan PIN menggunakan kartu ATM baru. Kartu ATM sendiri bisa dipakai untuk mengakses semua jenis mesin ATM. Dari laporan yang diterima Bareskrim, modus ini paling banyak,” ujar AKBP Handono SIK, Subdit 2 Perbankan DIT Tipideksus Bareskrim POLRI saat FGD tentang mitigasi financial cyber crime di Jakarta (17/11).

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 72 Desember 2017

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia