SIM Digital Turunkan Angka Kecelakaan

Created on Monday, 03 October 2016

Seorang siswi sekolah menengah pertama tampak sedang menangis di pinggir jalan di kawasan depan kampus IPB Darmaga, Bogor. Pagi itu polisi menghentikan pelajar bersepeda motor saat penertiban pelajar pelanggar lalu lintas serentak di sejumlah ruas jalan di Bogor. 

 

Penertiban tersebut digelar akibat maraknya pelanggaran lalu lintas oleh pelajar terutama yang masih di bawah umur 17 tahun, sekaligus untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai lebih dari 40 kasus per bulan.

“Rata-rata melibatkan pengendara motor anak di bawah umur,” kata Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas (Kanit Lakalantas) Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin.

Maraknya pengendara di bawah umur yang tentunya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) makin mengkhawatirkan. Bukan hanya ancaman kecelakaan lalu lintas, banyaknya anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor juga menyebabkan tingginya angka kejahatan perampasan sepeda motor.

“Meski sudah lakukan imbauan di mana- mana dan bila melanggar langsung kita lakukan penindakan dengan cara penilangan, namun masih banyak orang tua yang membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor,” kata Asep.

SIM Digital

Namun, di masa mendatang pelanggaran semacam itu akan lebih mudah dicegah dan diminimalisir. Ini karena sekelompok mahasiswa Teknik Sistem Komputer Universitas Negeri Jakarta mengembangkan SIM digital berbasis RFID dan Arduino. 

SIM digital ini mensyaratkan semua pengendara bermotor wajib memiliki SIM terlebih dahulu, agar dapat mengendarai kendaraan mereka. Kemudian dalam penerapannya, SIM digital bekerja sama dengan instansi terkait khususnya pihak kepolisian untuk menciptakan kode enkripsi khusus agar mencegah pembuatan SIM ilegal (pemalsuan SIM).

SIM digital ini menggunakan enkripsi AES-128 yang pada pembuatannya membutuhkan kode rahasia khusus yang hanya diketahui instansi terkait. Sehingga dapat mengurangi praktik-praktik ilegal seperti hal nya pemalsuan dalam pembuatan SIM. 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 58

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia