Melihat Techno Park di Pantai Baron

Created on Wednesday, 27 January 2016
Deretan panel sel surya telihat memanjang di kawasan pantai Baron, Gunung Kidul Yogyakarta. Di bawah langit biru sel-sel itu itu menerima cahaya matahari yang terpancar sempurna untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik

 

Di bagian sisi yang berbeda angin yang berhembus kencang dari arah laut memutar puluhan baling-baling yang ditopang tiang kokoh. Irama putarannya menyesuaikan dengan laju kecepatan angin. Sang bayu pun memutar generator dan mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), di bawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), menyulap kawasan teluk di bibir Samu-dra Hindia itu menjadi kawasan pusat pengkajian dan pelatihan teknologi pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Memanfaatkan dana hibah dari Norwegia senilai US$ 1,18 juta, Baron Techno_Park (BTP) dengan fasilitas pengem-bangan EBT di dalamnya pun dibangun. 

“Masyarakat bisa belajar mengenai Teknologi EBT sekaligus berwisata di sini,” ujar Kepala BPPT, Unggul Priyanto.
Unggul menjelaskan dalam 4 tahun ke depan akan dibangun sejumlah fasilitas penunjang seperti kawasan Agro Techno Park, fasilitas penginapan, serta kawasan wisata pantai Baron.  BTP pun menjadi sarana edukasi, riset, pelatihan dan diseminasi teknologi pemanfaatan energi baru terbarukan.

Kawasan Baron memiliki potensi sumber daya EBT yag sangat besar. Di antaranya energi surya, bayu, energi laut, biomassa dan lainnya. Untuk saat ini sudah dibangun fasilitas listrik tenaga bayu atau angin berkapasitas 15 kilowatt, listrik tenaga surya berkapasitas 40 kilowatt, listrik tenaga diesel berbahan baku biofuel berkapasitas 100 kilowatt.

“Listrik yang dihasilkan tersebut mampu memenuhi keperluan operasional per-alatan yang ada di BTP,” jelas Unggul.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek, Kemenristekdikti, Patdono Suwignyo mengatakan, BTP juga menjadi wahana hilirisasi Iptek EBT untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Diperlukan pusat-pusat pertumbuhan yang tersebar di berbagai daerah agar terjadi pemerataan kesejahteraan daerah.

“Meski potensi EBT sangat berlimpah di Nusantara ini, namun pemanfaatannya masih sangat minim. Harus didorong munculnya inovasi yang bisa menghasilkan teknologi yang efisien agar EBT diminati,” ujarnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, mengaku pihaknya sangat serius mengembangkan EBT. Untuk itu, ia mendukung upaya pengembangan teknologi EBT yang efisien agar ketahanan energi nasional terwujud.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 50

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia