BPTP Kaltim Optimalkan Lahan Bekas Tambang

Created on Friday, 12 January 2018
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur (BPTP Kaltim) terus berupaya mengoptimalkan lahan bekas tambang. Terbaru, lokasi bekas galian itu mulai disiapkan untuk pengembangan kedelai.

 

Terkait pengembangan kedelai di lahan eks tambang, BPTP Kaltim disebut akan lebih dulu mengupayakan teknologi pembibitan. Targetnya, tingkat produktivitas yang semula berkisar kurang dari 1 ton bisa  ditingkatkan menjadi 3 ton per hektare lahan. Langkah ini merupakan salah satu upaya mewujudkan target swasembada kedelai yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

“Kita akan coba terapkan teknologi pembibitan kedelai ini. Targetnya, 2018 sudah dapat dilaksanakan. Selama ini, per hektare lahan kedelai rata-rata hanya menghasilkan kurang dari 1 ton. Tapi dengan teknologi yang sedang dimatangkan ini, kami optimistis produktivitasnya bisa sampai 3 ton,” jelas Kepala BPTP Kaltim, Muhammad Amin, baru-baru ini. 

Sejumlah daerah di Kaltim memang memiliki potensi besar dalam pertanian, termasuk kedelai. Di sisi lain, selama ini pasokan kedelai di Kaltim masih banyak dipenuhi dari luar. Amin berharap dengan adanya optimalisasi lahan bekas tambang, segenap pene-liti, penyuluh, maupun petani, bisa bersama-sama mengoptimalkan produksi kedelai. Minimalnya untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia