BPTP Lampung Sukses Implementasikan Jarwo Super

Created on Friday, 12 January 2018
Implementasi teknologi budidaya Jarwo Super sukses meningkat-kan produktivitas tenaman padi di Lampung. Produksi rata-rata pertanaman dengan jarwo super mencapai 7,3 ton per hektare ubinan.

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung terus berupaya menyiapkan benih bermutu untuk me-ningkatkan produktivitas tanaman padi. Beragam teknologi diterapkan, salah satunya adalah dengan mengimplementasikan teknologi budidaya tanam Jarwo Super. Komponen teknologi ini meliputi Varietas Unggul Baru (VUB) potensi hasil tinggi; dekomposer jerami; pupuk hayati; pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT); serta Alsintan berupa transplanter dan combine harvester.

Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan pengembangan Jarwo Super seluas 10.000 hektare di seluruh wilayah Indonesia.  Khusus di Lampung, metode ini dikembangkan pada lahan 1.000 hektare di 6 kabupaten. Lokasi pertanaman ada Lampung Timur, Lampung Te-ngah, Lampung Selatan,  Pesisir Barat, Tenggamus, dan Pesawaran. Varietas padi yang ditanam adalah Inpari 30, 31, 32, dan 33.

“Produksi rata-rata pertanaman dengan jarwo super mencapai 7,3 ton per hektare ubin-an, sementara produksi padi yang tidak menerapkan jarwo super hanya 6,5 ton per hektare. Di salah satu lokasi, kami bahkan menemukan ada yang produktivitasnya sampai 8,7 ton per hektareubinan,” ujar Bambang Wijayanto, penangung jawab program Jarwo Super BPTP Lampung kepada Majalah Sains Indonesia.

Bambang mengatakan, pertanaman Jarwo Super di Lampung melibatkan 1.450 petani/pemilik lahan. Sebagian lahan sudah berhasil dipanen, seperti di Pesisir Barat (100 hektare), Lampung Selatan (200 hektare), Pesawaran (160 hektare), Tenggamus (85 hektare), dan Lampung Timur (115 hektare). 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia