NTT Membidik Pasar Bawang Merah Timor Leste

Created on Tuesday, 12 December 2017
Setelah sukses mengembangkan jagung, NTT kini fokus menggarap bawang merah. Bahkan, provinsi yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini mulai membidik pasar di negara tersebut.

 

Kabupaten Malaka dan Belu menjadi lokasi penanaman bawang merah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua daerah tersebut mendapat pendampingan teknologi dan inovasi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT. Ketika panen perdana beberapa waktu lalu, BPTP NTT mencatat rata-rata produksi hasil ubinan mencapai 13,28 ton per hektare.

Penanggung Jawab Upaya Khusus (Upsus) Wilayah NTT Andi Andayani mengatakan bawang merah di Malaka memiliki kualitas sangat baik dan layak ekspor. Kementerian Pertanian pun saat ini sedang berupaya meningkatkan produksi bawang merah untuk kebutuhan ekspor ke Timor Leste. “Bawang merah di Malaka dan Belu memiliki warna cerah merona dan dibudidayakan secara organik. Kelebihan lain, produksinya belum menggunakan pupuk anorganik,” papar Ani.

Wanita yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur itu menambahkan, raihan positif saat panen raya menegaskan potensi NTT untuk mengembangkan komoditas selain jagung. “Selama ini NTT memang identik dengan kering dan hanya ada jagung. Kini dengan terobosan Upsus Kementan, NTT bisa ditanami komoditas lain dengan baik, termasuk bawang merah,” lanjut Ani.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 72 Desember 2017

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia