Sapi Lokal Siap Saingi Produk Impor

Created on Wednesday, 08 January 2014
Suara lenguhan dari puluhan ekor sapi berbobot masing-masing sekitar satu ton saling bersahutan. Melihat ukuran dan bobot sapi di deretan kandang milik PT Karya Anugerah Rumpin (KAR) Bogor, Jawa Barat itu siapa pun akan mengira sapi-sapi itu jenis sapi impor.

 

Dengan memadukan inovasi teknologi dengan profesionalitas bisnis seperti yang dilakukan Direktur Operasional PT KAR, Karnadi Winaga, bukan saja mendongkrak pamor sapi lokal, namun sekaligus menyelamatkan plasma nutfah sapi lokal yang mulai terancam punah.

Peribahasa lama mengatakan, benih yang baik tak pernah memilih tanah. Artinya benih atau bibit yang bermutu, dipelihara seadanya saja masih bisa memberi hasil yang baik. Terlebih lagi jika pemeliharaannya juga baik, sudah pasti memberikan yang maksimal. Dengan kata lain, kunci untuk memperoleh hasil panen yang tinggi maka sediakanlah bibit yang unggul dan bermutu.

Prinsip itulah yang digenggam erat Karnadi. Kepada Majalah Sains Indonesia, pengusaha industri makanan olahan berbasis daging sapi yang juga merambah ke pembibitan dan penggemukkan sapi itu mengaku prihatin dengan tingginya angka kematian pada usaha pembibitan sapi lokal. Akibatnya, pengusaha ternak pun banyak yang enggan menanamkan investasinya pada usaha pembibitan sapi lokal dan cenderung pada penggemukkan saja.

Di sisi lain, upaya pembibitan oleh peternak tradisional pun berjalan tanpa sentuhan teknologi dan pengelolaan yang baik. Akibatnya angka kematian tetap tinggi sehingga upaya pengadaan sapi bakalan untuk penggemukkan pun tersendat. Nggak mau rugi, umumnya pe-ngusaha memilih bisnis penggemukan sapi dan mengambil sapi bakalan dari luar negeri.

“Itu tidak seharusnya terjadi. Saya sudah teliti apa penyebab kematian, ternyata karena sanitasi, kandang yang kurang bersih hingga kolustrum,” katanya.

Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 25

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia