Menyinergikan Inovator dan Pebisnis

Created on Saturday, 03 August 2013
 
Sebuah inovasi dikatakan berhasil jika bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itulah perlu disinergikan dengan pelaku usaha agar dapat diproduksi secara komersial.

 

Riset yang mendalam akan membuah hasil sebuah inovasi yang gemilang dan bisa dirasakan oleh masyarakat. Supaya inovasi bisa dirasakan manfaatnya oleh publik, kuncinya adalah sang inovator harus mampu mengaitkan dengan dunia bisnis.

“Ini menjadi hal yang gampang diucapkan, namun sungguh sulit untuk diimplemtasikan oleh ba-nyak periset di Tanah Air. Bagaimana membuat hasil riset bisa dinikmati masyarakat. Inilah yang harus diubah paradigma periset dan itu tidak mudah,” kata Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI), Dr. Warsito Purwo Taruno di sela-sela diskusi bertema Ekspose dan Diskusi Inovasi Teknologi Karya Generasi Muda, di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam diskusi yang digelar Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapitek) ini juga tampil dua pembicara lain. Mereka adalah Kepala Bidang Penguasaan dan Pengembangan, Asdep Iptek Industri Kecil Menengah, Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Ir Yani Sofyan MT dan Kepala Sub Direktorat Sertifikasi, Pemeliharaan, Mutasi dan Lisensi Paten, Direktorat Paten, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Kemen-terian Hukum dan HAM, Dr. Drs. Mercy Marvel SH, M.Si.

Lebih jauh Warsito mengingatkan para periset bahwa hasil riset yang dikerjakan dalam waktu lama, hingaa bertahun-tahun agar bisa dinikmati masyarakat maka harus berbentuk produk yang memang dibutuhkan publik. Karena sudah terkait dengan produk maka mesti memenuhi kepentingan pengguna. Disinilah dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi dalam mengerjakan order konsumen dan ini menjadi tahapan yang kadang sulit dilewati para periset.

 

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 20

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia