Upaya ITB Mencetak Job Creator yang Tangguh

Created on Thursday, 30 May 2013

7-sainprenur Program ini diharapkan akan menjadi bekal para mahasiswa untuk menghadapi perdagangan bebas yang saat ini sudah mulai dilaksanakan.

Inovasi menjadi kunci kemajuan di setiap bidang. Dan itulah yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyambut tahun ajaran baru 2013 ini. Ya…, ITB kembali mengadakan inovasi dalam bidang pengajaran de-ngan membuka program studi Kewirausahaan di Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB. Kebijakan itu tertuang dalam SK Rektor ITB No. 236 tertanggal 15 Oktober 2012.

Program ini dibuka untuk mengembangkan dan melahirkan para insan kewirausahaan deng-an visi inovasi bernilai tambah tinggi. Program studi Kewirausahaan ITB akan menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2013 melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dengan kuota sekitar 40 mahasiswa.

Pendirian program ini juga dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian Indonesia saat ini, terutama terkait dengan masalah pengagguran dan kemiskinan yang sering tidak diperhitungkan dalam indikator kesuksesan ekonomi. Di sisi lain, usaha mikro kecil menengah (UMKM) Indonesia dengan proporsi sebesar 94,93% dari total usaha bisnis terhadap perekonomian di Tanah Air masih kecil. Hal ini  terutama disebabkan oleh masih lemahnya penguasaan para pelaku UMKM terhadap inovasi produk, jasa, pasar, teknologi, dan proses. Selain proporsi UMKM yang besar dan masih lemahnya inovasi bisnis, latar belakang lain didirikannya program studi sarjana Kewirausahaan ini, antara lain masih banyaknya pengangguran lulusan universitas dan rendahnya angka pertumbuhan wirausahawan Indonesia. Sampai saat ini, jumlah wirausahawan hanya 0,18% dari seluruh penduduk Indonesia.

Menjawab Permasalahan

Ketua Kelompok Keahlian Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi SBM ITB, Wawan Dhewanto, Ph.D menjelaskan untuk menjawab tantangan perkonomian bangsa di atas, didirikanlah program studi sarjana kewirausahaan ITB. “Kami ingin menciptakan profil alumni yang mampu menjawab permasalahan tersebut,” katanya.

Menurut Wawan, diharapkan nantinya para alumni mampu menciptakan lapangan kerja dengan mengikuti standar etika bisnis yang berorientasi moral dan lingkungan sesuai de-ngan prinsip-prinsip sistem bisnis yang baik dan benar. Tidak itu saja, nantinya para alumni dalam berbisnis bisa menerapkan standar-standar lainnya di industri yang spesifik merupakan kompetensi alumni yang dihasilkan oleh program studi Kewirausahaan SBM ini dari total 8 semester yang diselesaikan dalam waktu 4 tahun.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 18

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia