Karya Balitbang KP untuk Bangsa

Created on Saturday, 29 March 2014
Tahun 2013 yang baru saja dilewati menjadi waktu yang mengesan-kan bagi jajaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP).

 

Selama tahun lalu itulah terukir prestasi dan kinerja yang membanggakan. Tentu itu dengan kriteria yang jelas ukurannya.

Ya, kinerja utama Balitbang KP ditentukan sampai sejauh mana hasil-hasil Litbang kelautan dan perikanan dimanfaatkan pengguna sesuai dengan sasaran strategis yang telah ditetapkan. Paling tidak pada tahun 2013 ada tiga indikator kinerja utama yang dicapai Balitbang KP.

Indikator pertama terkait dengan jumlah rekomendasi Litbang yang dijadikan bahan kebijakan pembangunan bagi pemerintah pusat dan atau daerah. Balitbang KP menargetkan lima rekomendasi Litbang, namun realisasinya melebihi dari target tersebut, yakni berjumlah enam rekomendasi atau mencapai 120 persen.

Perinciannya, dua rekomendasi dijadikan bahan penyusunan peraturan daerah (Perda). Satu rekomendasi dijadikan bahan penyusunan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP). Selain itu, ada tiga rekomendasi yang dijadikan landasan kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Diadopsi Masyarakat
Indikator kedua berupa jumlah hasil Litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi oleh masyarakat kelautan dan perikanan. Dari target delapan hasil Litbang kelautan dan perikanan yang diadopsi masyarakat, ternyata realisasinya mencapai sembilan hasil atau mencapai 113 persen. Kesembilan hasil Litbang digunakan masyarakat kelautan dan perikanan di 13 provinsi dan tersebar di 28 kabupaten/kota.

Pertama, pengembangan budidaya ikan nila BEST berbasis bahan baku lokal. Kedua, paket teknologi budidaya ikan nila Srikandi mendukung industrialisasi perikanan. Ketiga, pene-rapan teknologi pendederan ikan lele melalui vaksinasi (Hidrovac) dan penggunaan probiotik (Bacillus Sp). Keempat, Iptek produksi benih patin untuk mendukung CBF. Kelima, Iptek budidaya bandeng dengan seleksi._Keenam, pengembangan budidaya ikan patin dengan aplikasi pakan ekonomis dan efisien berbasis bahan baku lokal. Ketujuh, budidaya udang melalui IMTA. Kedelapan, Iptek pengolahan ikan bilih. Kesembilan, energi hybrid (angin dan matahari) untuk BBI Kerapu.

Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 28

 

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia