80% Gedung di Jakarta Digerogoti Rayap

Created on Tuesday, 28 July 2015
Hamid mengaku shock ketika membuka lemari penyimpan dokumen-dokumen penting dan surat berharga miliknya. Warga Condet Jakarta Timur itu harus kehilangan hampir semua dokumen penting yang habis dilahap rayap. 

 

Rayap memang musuh bagi pemilik benda atau bangunan yang mengandung unsur kayu. Rayap tak ubahnya tamu tak diundang. Datang tanpa tanda dan suara, langsung menyerang. Seringkali pemilik tidak menyadari serangan rayap, tiba-tiba bangunannya ambruk atau benda hancur keropos. 

“Serangan rayap terhadap bangunan, baik rumah maupun gedung memang dahsyat. Saking dahsyatnya, hampir 80% bangunan di Jakarta rusak akibat serangan rayap,” kata Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Suryo Kusumo, baru-baru ini. 

Dua tahun lalu, Suryo sempat diminta pihak Istana Merdeka untuk meneliti tingkat kerusakan plafon ruang kerja Presiden. Saat itu plafon (eternit) ruang tengah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ambrol diserang rayap.

Hasil penelitian Suryo, kantor Presiden diserang rayap, antara lain jenis coptotermes curvignathus dan beberapa jenis lainnya. Minimnya perawatan termasuk pemberian disinfektan anti rayap, membuat bangunan di Jakarta terutama gedung-gedung pemerintah banyak yang kondisinya rusak parah.

Guru Besar IPB lainnya, Prof Dr Dodi Nandika menyebutkan, gedung milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sekitar 90% rawan ambruk akibat serangan rayap. Pemprov DKI memang tidak menyertakan aturan perlindungan anti rayap untuk setiap gedung yang dibangun. Padahal proteksi bangunan sejak awal bisa menambah kekuatan bangunan.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 44

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia