Kabel Telepon Bekas Jadi Monumen Jalesveva Jayamahe

Created on Saturday, 29 March 2014

Tahun 1991, kegiatan Visit Indonesia Year 1991 tengah berlangsung. Di kantornya, Menteri Pariwisata, Pos & Telekomunikasi (Parpostel), Soesilo Soedarman kedatangan tamu-tamu penting, yaitu Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana M Arifin dan pematung tersohor, I Nyoman Nuarta. Mereka membawa desain Patung Jalesveva Jayamahe, sekaligus minta dukungan Menteri Parpostel.

 

 

Pikiran sang Menteri menerawang ke belakang, saat menjabat Duta Besar RI di Amerika Serikat, tahun 1986, ia mendampingi Presiden Amerika Serikat (AS), Ronald Reagan menerima Parade Kapal Latih KRI Dewaruci beserta Taruna AKABRI-Laut di Pelabuhan New York, AS dalam rangka peringatan 100 tahun Patung Liberty.  Foto KRI Dewaruci berlayar dengan latar belakang Statue of Liberty  mencuri perhatian dunia dan masuk Majalah NEWSWEEK.  Sangat cantik. Indonesia harus memiliki patung serupa di salah satu pelabuhan utama Indonesia, begitu impian sang Duta Besar.

Menyimak desain Patung Jalesveva Jayamahe yang dibawa oleh Kasal dan pematung I Nyoman Nuarta, Menteri Parpostel langsung memberikan dukungannya.  Kebetulan, ada proyek penggantian kabel telepon Trans Java dari kabel tembaga ke kabel fiber optics.  Soesilo Soedarman segera menugasi Dirut Perumtel Cacuk Sudaryanto untuk menghibahkan kabel-kabel tembaga bekas tadi kepada TNI AL guna dicor dan menjadi bahan baku monumen Jalesveva Jayamahe.

Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 28
 

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia