“Kartini-kartini” Polri di Garis Depan

Created on Saturday, 29 March 2014
Dengan gaya khasnya, dua polisi wanita (Polwan) itu bercerita tentang pengalaman saat bertugas di Sudan. Selama ini kisah mereka hanya menjadi catatan pribadi, karena tak pernah ada publikasi.

 

Bisa bergabung dalam misi perdamaian PBB adalah kebanggaan bagi Brigadir Polisi Santy Rahmi dan Brigadir Polisi Anita Mayasari.  Kepada Majalah Sains Indonesia mereka pun berbagi cerita. Berharap pengalaman luar biasa selama di Sudan itu, menginspirasi para Polwan dan perempuan Indonesia untuk berani tampil di kancah dunia.

Kiprah Polwan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Sudan, dimulai tahun 2008. Santy Rahmi menjadi Polwan pertama yang berangkat ke Sudan bersama Kontingen Garuda Bhayangkara Polri mengikuti United Nations Mission in Sudan (UNMIS). Dalam misi ini, personil Polri memiliki kewenangan sebagai penasehat, pendamping, dan pelatih (Police Advisor) bagi polisi lokal. Keberadaan personil Polri dan anggota Polisi PBB lainnya di misi ini tidak dipersenjatai.

“Saya sangat bersyukur dan bangga menjadi bagian dari misi ini. Bukan lantaran saya Polwan pertama yang mewakili Indonesia. Tapi, karena saya pasti akan menjadi pembuka jalan bagi Polwan lainnya. Kalau saya berhasil menjalankan misi, tentu berdampak pada penugasan Polwan selanjutnya. Saya harus bisa membuktikan, saya mampu menjaga nama baik institusi dan negara,” ujar Santy kepada Majalah Sains Indonesia, belum lama ini.

Kesetaraan Jender
Dalam misi di Sudan, Santy memegang peranan penting. Ia berhasil mengangkat isu kesetaraan jender antara laki-laki dan perempuan. Santy prihatin dengan kondisi di Sudan. Tidak ada pengakuan atas “kelebihan” perempuan di sana. Terlebih karena negara itu mengalami konflik, sehingga kaum perempuan sangat dipinggirkan.

Santy dan tim Polwan dari berbagai negara yang tergabung dalam UNMIS akhirnya membentuk Women Network. Ia menjadi sekretaris utama. Meski terbiasa menjalani tugas kantoran sebagai sekretaris Kapolda, pengalaman di Sudan dirasakannya sangat luar biasa.  

Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 28

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia