Laksamana Malahayati “Muncul” di Sail Sabang 2017

Created on Thursday, 11 January 2018
Atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara, Presiden Joko Widodo menganugerahi Gelar Pahlawan Nasional kepada Laksamana Malahayati, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK/Tahun 2017 tanggal 6 November 2017. 

 

Acara puncak Sail Sabang 2017, Sabtu 2 Desember 2017, diawali dengan guyuran hujan.  Wakil Presiden Jusuf  Kalla beserta Ibu Mufidah Kalla dan para Menteri serta Gubernur Aceh Irwandi Jusuf hadir di tengah ribuan undangan dan masyarakat.  Usai pembacaan doa di akhir acara puncak, menjelang ditampilkannya Sendratari Kolosal Laksamana Malahayati, mendadak, hujan reda dan tarian kolosal dari 300 penari mengangkat kisah perjuangan Pahlawan Nasional asal Aceh ini tampil dengan sangat memukau.  Banyak hadirin yang menitikkan air mata.  Betapa tidak?

Kisah sejarah pemegang Jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana  dan Panglima Rahasia serta Kepala Protokol Pemerintahan Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah (1585 – 1604 M) beserta 2000 prajurit Inong Balee (janda-janda pahlawan yang gugur syahid) ini akhirnya berhasil melumpuhkan kapal-kapal Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman.  Bahkan Malahayati sendirilah yang berhasil membunuh Cornelis de Houtman  dalam duel satu lawan satu  pada 11 September 1599.

Cornelis de Houtman, bersama saudaranya Frederick de Houtman, tiba di Banten pada 27 Juni 1596 dalam upaya mencari rempah-rempah. Mereka melanjutkan ekspedisi hingga Madura, Bali dan akhirnya tewas di Aceh, di tangan Laksamana perempuan penguasa lautan Kesultanan Aceh. Dunia gempar. Armada kapal-kapal perang asing yang lewat Selat Malaka diberi peringatan agar berhati-hati karena akan berhadapan dengan armada Kesultanan Aceh dibawah komando seorang laksamana perempuan.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia