KRI Martadinata: Dari 342 Ke 331

Created on Wednesday, 08 March 2017
 

 

Pagi itu, 7 Desember 1975, jam 05.00 WITa,  Gugus Tugas Amphibi Operasi Seroja telah berada di perairan lepas pantai kota Dili, Timor Timur. Gugus tempur laut ini berkekuatan kapal perusak kawal KRI Martadinata-342, kapal komando KRI Ratulangi-400, kapal pendarat Landing Ship Tank (LST) KRI Teluk Bone-511 yang mengangkut Batalyon Tim Pendarat-5 (BTP/5) Marinir, kapal buru selam KRI Barakuda-817, kapal bengkel KRI Jayawijaya-921 dan kapal tanker KRI Sorong-911. Kesemuannya siap menyerbu pantai Kampung Alor-Dili.

Di udara, 9 pesawat angkut berat C-130 Hercules dari Rajawali Flight siap pula menerjunkan pasukan Batalyon Lintas Udara 502/Kostrad dan Kopasandha ke jantung kota Dili. Operasi gabungan linud-amphibi untuk perebutan kota Dili dimulai.

Dibayangi dua kapal perusak AL Portugis yang lego jangkar dekat pantai Dili, KRI Martadinata memuntahkan peluru-peluru dari meriam kaliber 76 mm, menembaki pantai Kampung Alor, sebelum operasi pendaratan tank amphibi PT-76 dan BTR-50 dimulai. Akhirnya, pada hari itu juga pantai Kampung Alor-Dili berhasil direbut dan kota Dili berhasil dikuasai.

Peristiwa di atas menjadi pengabdian puncak kapal perusak kawal KRI Martadinata-342 yang tiba di Tanah Air pada 31 Desember 1974 dan  pensiun pada 8 September 2005 lalu. Kapal buatan AS tahun 1959 itu adalah bekas AL AS kelas Cloud Jones sebagai kapal perusak kawal anti kapal selam. Guna mengganti kapal-kapal kombatan TNI AL eks Uni Sovyet  tadi maka pada tahun 1974 didatangkan empat kapal perusak kawal eks Kelas Cloud Jones dari Amerika Serikat dan berubah nama menjadi KRI Samadikun-341, KRI Martadinata-342, KRI Wolter Monginsidi-343 dan KRI Ngurai Rai-344. Kesemuanya itu mengambil nama para Pahlawan Nasional.

Kapal jenis perusak kawal tetap harus menjadi kekuatan tempur TNI AL dan nama-nama para Pahlawan Nasional kita harus tetap diabadikan. Oleh sebab itu, melalui program pembangunan kekuatan pokok minimum (minimum essential forces) TNI AL, maka dibangun kembali kapal kapal jenis perusak kawal yang baru, modern dengan teknologi dan persenjataan mutakhir. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 63

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia