Tambahan ”Otot” TNI Tahun 2017

Created on Monday, 30 January 2017
 

 

Tadi kita semua deg-degan, namun kendaraan ini memang hebat, bisa masuk air dan bisa ke darat lagi”.  Demikian komentar lega Presiden Jokowi usai mencoba prototipe panser amphibi ANOA-2 buatan PT Pindad yang unjuk kebolehan berenang di Danau Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 16 Januari 2017 lalu. ANOA-2 memang masih berbentuk prototipe, namun tambahan 24 panser ANOA-1 dengan beberapa turunannya, termasuk panser ANOA berkanon, yang dikenal dengan nama BADAK, sudah akan memperkuat jajaran TNI AD pada tahun 2017 ini.

Industri pertahanan dalam negeri memang terus dipacu dan pada tahun 2017 ini berbagai peralatan utama sistem persenjataan (Alutsista) produksi dalam negeri segera menambah ”otot” TNI kita. Selain tambahan 24 panser ANOA dan BADAK guna menggantikan panser Saracen dan Saladin yang pensiun, TNI AD juga akan memesan 55 unit kendaraan taktis KOMODO, buatan Pindad.  Disamping itu, program pembuatan tank ringan pengganti Tank AMX-13 buatan Perancis era-1960an, terus dilaksanakan Pindad bekerja sama dengan Turki. Ditargetkan, akan muncul prototipe tank ringan karya Indonesia-Turki dengan bobot sekitar 25 ton.

Pemerintah menggariskan kebijakan, apabila Alutsista bisa dibangun oleh industri dalam negeri maka TNI harus mengadakannya di dalam negeri, sedang apabila industri pertahanan dalam negeri belum mampu maka bisa dibeli dari luar negeri namun dengan pola alih-teknologi, pemberian nilai tambah dan peningkatan kandungan lokal.  

Oleh sebab itu, pengadaan 20 unit meriam swagerak howitzer M-109A4 PALADIN untuk Korps Artileri Medan TNI AD masih harus didatangkan dari Belgia. Begitu pula program pengadaan helikopter Serang APACHE dari AS untuk Korps Penerbangan TNI AD, terus berlanjut pada tahun 2017 ini.

Investasi pengadaan Alutsista TNI AL dengan pola tahun jamak membuahkan hasil.  Dua unit Kapal Selam Kelas Changbogo-Korea Selatan akan memperkuat TNI AL tahun ini, sedang kapal selam ketiga akan dibangun di PT PAL Surabaya.  Disamping itu, dua kapal kombatan jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali (guided missile destroyer escort)  buatan PT PAL Surabaya mulai beroperasi tahun 2017 ini. Belum lagi, 3 unit Kapal Cepat Roket 60 meter dan 3 unit Landing Ship Tank, semuanya buatan galangan kapal dalam negeri, mulai dioperasikan tahun ini.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 62

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia