Kontingen TNI AD Juara Umum Menembak di ASEAN

Created on Tuesday, 17 January 2017
Sebuah prestasi membanggakan ditrorehkan militer Indonesia. Kontingen TNI AD berhasil tampil dominan dengan menyabet gelar juara umum dalam kejuaraan menembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2016.

 

Dengan keberhasilan tahun 2016, Indonesia total telah menjuarai AARM sebanyak 11 kali dari 26 kali penyelenggaraan sejak tahun 1991. Kompetisi tahunan regional Asia Tenggara ini juga bertujuan untuk mengembangkan dan memperkuat hubungan antara tentara dari berbagai negara di ASEAN. 

‘’Pretasi para prajurit TNI AD itu sungguh membanggakan. Ini layak diapresiasi. Kami bangga. Terima kasih atas sumbangsihnya mengharumkan Indonesia,’’ ungkap  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam silaturahmi di Segara Ballroom Hotel Dharmawangsa Jakarta, Rabu (14 /12).

Pada kesempatan itu, Panglima TNI juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada pihak PT Pindad yang telah mendukung kesiapsiagaan prajurit TNI melalui produk-produk senjatanya yang andal. “Prestasi prajurit TNI AD di AARM 2016 ini  menunjukkan adanya penguasaan skill, persenjataan, dan amunisi yang baik. Saya bangga mereka juara dengan menggunakan karaben, senapan serbu, dan munisi produk Pindad. Ini pembuktian karya anak negeri tidak kalah kualitas dan performanya dibandingkan produk asing,” jelas Gatot Nurmantyo.

Meraih 50 Medali

Kontingen Indonesia, diwakili prajurit TNI AD, menjadi juara umum pada lomba tembak AARM 2016. Dalam kompetisi yang berlangsung di Filipina, 21 November - 7 Desember 2016, Indonesia berhasil meraih 50 medali (21 emas, 15 perak, 14 perunggu) dan 6 piala. 

Dalam kompetisi tahunan regional Asia Tenggara itu, tim Indonesia tampil dominan. Boleh dikatakan merajai hampir di semua katagori lomba. Mulai dari materi tembak senapan, tembak pistol kategori pria dan wanita, tembak senapan otomatis, serta karaben. Kejuaraan ini rutin diikuti oleh 10 negara ASEAN, yaitu: Malaysia, Thailand, Indonesia, Singapura, Vietnam, Brunei, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja. 

Direktur Utama Pindad, Abraham Mose, menambahkan dalam AARM 2016 ini Kontingen TNI AD menggunakan senjata SS2-V2 HB untuk kelas karaben dan SS2-V4 HB  untuk kelas senapan dan munisi dari Pindad. “Senjata dan munisi ini kami kembangkan berdasarkan masukan, kritik, dan saran dari jajaran pengguna. Khususnya kalangan TNI AD. Mulai dari KSAD Jenderal TNI Mulyono, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan para pengampu kebijakan di Kementerian Pertahanan, KKIP, dan Kementerian BUMN. Jadi boleh dibilang senjata dan munisi ini karya kita bersama untuk bangsa,” ujarnya.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 61

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia