Fosfat Alam Tingkatkan Produktivitas Sawit 20 Persen

Created on Thursday, 11 January 2018
Substitusi pupuk pabrikan dengan memanfaatkan fosfat alam mampu meningkatkan produktivitas sawit sebesar 15-20 % di lahan masam.

 

Demikian diungkapkan Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dalam sebuah riset di Kalimantan Selatan. Kepala Balittanah, Husnain mengungkapkan, penelitian di perkebunan sawit PT CPKA pada 2013-2015 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pemberian fosfat alam di lahan milik Wilmar itu terbukti meningkatkan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) sawit 15-20 % dengan efisiensi pupuk mencapai 25 %. 

“Pemupukan merupakan salah satu komponen biaya terbesar. Angkanya mencapai 40-60 % dari total biaya pemeliharaan sawit. Artinya, efisiensi pupuk menjadi sangat penting,” pungkas Husnain kepada Majalah Sains Indonesia saat Temu Lapang Peningkatan Produktivitas Sawit Melalui Aplikasi Fosfat Alam Reaktif Maroko di Desa Markanding, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi (13/12).

Indonesia memiliki sekitar 104 juta hektare lahan masam di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Sekitar 47 juta hektare di antaranya merupakan lahan potensial untuk pengembangan sawit. Apalagi, Indonesia memiliki perkebunan sawit terluas dan memasok hingga 54 % kebutuhan dunia. Industri sawit nasional, dengan produk mentahnya (CPO) tercatat berada di peringkat pertama, untuk 10 besar penyumbang devisa negara, mengalahkan sektor pariwisata, serta minyak dan gas (Migas).

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia