Memberi Pakan Ikan Melalui Internet

Created on Friday, 25 April 2014

Seorang petani budidaya ikan mas kebingungan karena di panen kali ini ia hampir merugi. Biaya produksi melambung tinggi, salah satunya karena pakan dihabiskan secara kurang efisien. Belum lagi, sebagian di antaranya yang ternyata di-”korupsi” oleh pekerja kolam.

 

Kesulitan dalam mengontrol pakan memang jadi masalah bagi banyak pembudidaya. Fakta ini ditemukan Gibran Chuzaefah (24), sarjana biologi dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebuah ide terlintas di benaknya, bagaimana kalau pemilik kolam dapat memantau pemberian pakan dari jarak jauh melalui internet?

Gibran kemudian mengajak dua temannya, Chrisna Aditya dan M Ihsan Akhirulsyah untuk membangun PT Multidaya Teknologi Nusantara (Cybreed). Chrisna adalah alumnus jurusan Teknik Elektro ITB, sedangkan Ihsan dari Jurusan Manajemen Universitas Padjadjaran. Di basement kantor perusahaan startup yang berbasis di Bandung itu, bersama-sama mereka mengembangkan eFishery, pemberi makan ikan otomatis (automatic feeder) yang efisien dan terkontrol.

Automatic feeder sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran dan digunakan di tempat budidaya ikan. Namun alat-alat itu, menurut Gibran, belum bisa sepenuhnya mengatasi masalah efisiensi. Mereka hanya dirancang untuk memberikan pakan setiap rentang waktu tertentu. “Padahal, ikan memiliki kebutuhan makanan yang berbeda-beda,” ujar pria asal Bekasi ini.

Dari automatic feeder biasa, keunggulan eFishery terletak pada tiga fiturnya. Pertama, alat ini dilengkapi software program diet ikan (feeding program) buatan sendiri bernama Auto Feeder. Untuk menentukan kebutuhan pakan, pengguna hanya perlu memasukkan variabel berupa jenis, umur, dan padat tebar ikan, kemudian jumlah pakan akan ditentukan secara otomatis.

Kedua, fitur Smart Control  yaitu pencatatan pakan yang keluar sesuai jadwal dan pengiriman data ke situs web. Dengan memasukkan username dan password, petani ikan bisa memantau sendiri aktivitas pemberian pakan hari itu lewat internet.

Ketiga, terdapat sensor untuk mengenali respon ikan atau smart feeder. Sensor ini dipasang di bawah permukaan air. Data berupa getaran digunakan alat untuk memperkirakan “nafsu makan” ikan dan melakukan kalibrasi jumlah pakan yang dikeluarkan. Ketika respon ikan rendah, pemberian pakan otomatis dikurangi, dan sebaliknya.

Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 29

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia