Ikan Pejantan dari Sapi Pejantan

Created on Monday, 18 November 2013
Testis sapi jantan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan ikan-ikan jantan, sehingga meningkatkan pendapatan para petambak ikan.

 

Meniru produk impor, mahal harganya. Untuk itulah dibutuhkan inovasi yang cerdik. Dengan mengembangkan produk lokal dengan bahan alami yang tersedia melimpah menjadi solusi cerdas. Hal itu dilakukan dengan terus memberikan nilai tambah disertai sentuhan teknologi yang tepat sehingga harganya menjadi terjangkau.

Pada umumnya ikan berkelamin jantan memiliki pertumbuhan yang lebih unggul dan cepat besar dibandingkan dengan ikan betina sehingga lebih disukai. Hormon metil testosteron dapat digunakan dalam proses penjantanan pada saat ikan masih dalam kondisi gonad(tidak berkelamin) agar berkelamin jantan.

Hormon metil testosteron mayoritas masih diimpor dari beberapa negara, seperti China, Jepang, dan Thailand dengan harga yang relatif sangat mahal. Pengembangan hormon metil testosteron alami berbahan dasar testis sapi telah mencapai tingkat keberhasilan sampai 93% dengan harga yang cukup terjangkau. Hormon metil testosteron alami ini dapat dijadikan solusi bagi para petambak ikan untuk mendapatkan ikan-ikan jantan dan
mempercepat panen.

Karya Dra. Adria Priliyanti Murni, Dra. Jenny Mu, Fitri Desfandiari M.Si, dan Drs. Soeratno dari Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (Patir) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) ini sedang dalam proses pengajuan patennya. Karya yang tercatat dalam buku 102 Inovasi Indonesiaini sangat potensial diaplikasikan bagi mereka yang bergerak di bidang pembudidaya ikan konsumsi dan ikan hias.

Paling tidak inovasi ini memiliki empat keunggulan. Pertama, dapat menstimulasi ikan menjadi benih jantan sampai 94%. Kedua, harga hormon metil testosteron alami lebih murah dari hormon impor dan mudah didapat. Ketiga, bisa diberikan pada berbagai jenis ikan konsumsi, seperti nila, gurame, lele, patin, dan kerapu. Keempat, bisa diberikan kepada ikan hias seperti cupang, lohan, koi, dan tetra congo. Ikan hias jantan memiliki harga jual yang lebih mahal dibandingkan dengan ikan betina.

Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah Sains Indonesia edisi 23.

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia