Patin Siam Memijah Secara Alami

Created on Tuesday, 28 July 2015
Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah merupakan perairan air umum pertama di Indonesia yang menjadi tempat pemijahan ikan patin siam secara alami. Banyak warga sekitar mendapat berkah dari adopsi teknologi pemijahan ini.

 

Kisah sukses memijahkan ikan patin siam di Waduk Gajah Mungkur (WGM) bermula pada tahun 1999. Sejak saat itu, secara periode, benih patin terus ditebar. Kegiatan tersebut dilanjutkan hingga tahun 2002. Selama kurun waktu tersebut, kata Kepala Badan Litbang Kelautan Perikanan, Dr Achmad Poernomo, pihaknya  menebar sekitar 30.000 ekor benih di kawasan konservasi WGM.

Benih-benih tersebut tak hanya tumbuh besar menjadi induk. Namun juga dari induk-induk tersebut menghasilkan telur dan berkembang biak menjadi benih dan tumbuh dewasa. Beberapa tahun kemudian, populasinya meningkat tajam.

Para peneliti Balitbang KP terkejut karena patin bisa memijah secara alami. “Hal ini merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia,” kata Ipung, nama sapaan Achmad Poernomo.

Tak terkecuali, para nelayan pun mendapat berkah lantaran populasi ikan patin siam yang tumbuh di waduk tersebut makin besar.  Pada tahun 2003 misalnya, produksi ikan patin siam mencapai 42 ton. Setahun berikutnya, tangkapan ikannya meningkat menjadi 112 ton atau setara dengan Rp 785,5 juta. 

Setelah itu, produksinya mengalami penurunan. Barulah pada 2008 produksi patin naik lagi mencapai 155,2 ton (setara dengan Rp 1,319 miliar). Selama periode 2010 – 2012 hasil tangkapan patin melonjak menjadi 195 – 210 ton per tahun.

Efisien, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan

Berdasarkan pengalaman tersebut, budidaya patin secara alami di WGM sangat efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Sangat efisien karena ikan patin tumbuh dengan memanfaatkan pakan alami dan sisa pakan KJA. Induk patin juga dapat berkembang biak (memijah) secara alami, tidak diperlukan lagi penebaran benih secara intensif. 

Budidaya patin di perairan alami tersebut juga tergolong ramah lingkungan. Ikan yang ditebar dapat tumbuh dengan memanfaatkan kesuburan perairan dan tidak ada makanan tambahan dari luar.

Ikan ini juga berpotensi menyuburkan perairan. Lagi pula, patin tidak bersifat invasif terhadap ikan asli.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 44

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia