Lapan Pamerkan Karya Terbaik di Hut ke-50

Created on Friday, 29 November 2013
Layaknya menggelar hajatan besar, peringatan HUT 50 Tahun Lapan digelar dengan berbagai kegiatan, yang sekaligus menjadi ajang untuk memamerkan prestasi lembaga ini.

 

 

Lapan pun kebanjiran tamu istimewa. Seperti, ketika sekitar 500 pelajar mulai dari siswa SD hingga mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta, pada akhir November lalu ramai-ramai mengunjungi Pusat Teknologi Penerbangan Lapan di Rumpin, Bogor, Jawa Barat. 

Kegiatan tersebut tidak disia-siakan Lapan. Berbagai hasil teknologi unggulan yang dihasilkan Lapan selama 50 tahun berkiprah, dipaparkan melalui presentasi dan tinjauan ke semua fasilitas teknologi yang ada di Rumpin. Lapan berharap dari kegiatan tersebut, rasa kebanggaan akan karya-karya anak bangsa semakin tinggi.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bambang S Tejasukmana mengatakan teknologi yang dikembangkan Lapan, termasuk teknologi pembuatan roket dan satelit, tidak ketinggalan dengan negara lain. Seiring kemajuan teknologi di tingkat global, lanjut Bambang, Lapan terus mengembangkan inovasi di bidang keantariksaan, bukan hanya untuk kepentingan lembaga ini namun juga untuk mendukung kebutuhan lembaga lain. “Seperti mengembangkan teknologi roket yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertahanan. Juga mengembangkan teknologi satelit, untuk menunjang tuntutan akan kecanggihan di bidang teknologi komunikasi. Lapan sudah mampu menghasilkan teknologi-teknologi tersebut, yang tidak kalah dengan negara lain,” kata Bambang. 

Lapan didirikan pada 1963 dan akan memperingati HUT ke-50 pada 27 November 2013. Di usia emasnya ini karya-karya terbaik Lapan sudah tak terhitung. Salah satu karya kebanggaan yang akan dipersembahkan Lapan adalah Satelit A2, yang akan diluncurkan pada 2014. Satelit ini sepenuhnya merupakan karya anak bangsa. 

Dengan menguasai teknologi satelit yang semakin canggih, banyak manfaat yang akan diperoleh bangsa Indonesia. Keberadaan Satelit A2 Lapan nantinya diharapkan tidak hanya menunjang kebutuhan sistem komunikasi, tetapi juga dapat bermanfaat untuk kepentingan pertahanan, memantau iklim dan cuaca, serta mitigasi bencana alam. “Menyadari tingginya kebutuhan manusia akan teknologi ini, Indonesia harus ikut berlomba dengan negara lain dalam mengembangkan ilmu pengetahuan keantariksaan,” kata Bambang. 

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 24

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia