Indonesia Segera Miliki Observatorium Nasional di Kupang

Created on Thursday, 11 January 2018

 

Tahun ini, Observatorium Nasional (Obnas) di pegunungan Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dibangun. Kelak, Obnas Timau akan menjadi pengawas langit terbesar di ASEAN sekaligus menjadi lokasi wisata alam serta pusat penelitian dan teknologi keantariksaan.

 

Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional  (Lapan) menargetkan Obnas Timau mulai dibangun tahun ini dengan rencana beroperasi pada 2020. Pegunungan Timau, menurut hasil riset Lapan, merupakan lokasi yang sangat strategis untuk studi keantariksaan karena posisinya yang dekat Khatulistiwa sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengamatan ke arah utara dan selatan. Selain itu, wilayah tersebut juga masih minim polusi cahaya.

Indonesia sebenarnya telah memiliki Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat. Namun tingkat polusi cahaya di sekitar lokasi salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Asia Tenggara itu semakin tinggi sehingga menyulitkan pengamatan. Parahnya polusi cahaya di langit Lembang membuat langit malam di area itu jadi terang, sehingga banyak objek langit redup dan sulit diamati.

Menurut Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, kondisi tersebut menjadikan Observatorium Bosscha tidak lagi ideal untuk pengamatan astronomi riset skala lanjut. Lapan lantas melakukan survei lokasi untuk membangun observatorium baru, hingga kemudian ditetapkan lokasi di Hutan Lindung Gunung Timau, Amfoang Tengah, Kupang, pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pembangunan Obnas Timau diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 500 miliar.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia