Tingkatkan Kualitas Minyak Sawit

Created on Wednesday, 02 May 2012

Daun intaran bisa digunakan sebagai pemurni minyak kelapa sawit sehingga akan membuat kualitas minyak makin baik.

Kelapa sawit merupakan sumber minyak nabati terbesar yang dibutuhkan banyak industri di dunia. Permintaan kelapa sawit dunia terus tumbuh lima persen per tahun. Pemenuhan permintaan kelapa sawit dunia didominasi produksi Indonesia sebab Indonesia memproduksi sekitar 43 persen dari total produksi minyak mentah sawit (crude palm oil/CPO) di dunia. Pertumbuhan produksi kelapa sawit di Indonesia sebesar 7,8 persen per tahun ini lebih baik dari Malaysia yang hanya 4,2 persen per tahun.
Apalagi, pemerintah telah menetapkan sawit sebagai salah satu dari 22 kegiatan ekonomi utama dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Dalam masterplan itu disebutkan bahwa Sumatera, Kalimantan, dan Papua berperan penting dalam menyuplai kelapa sawit, baik di dalam negeri maupun ekspor.


Berdasarkan dokumen MP3EI, di Sumatera, kegiatan ekonomi utama kelapa sawit memberikan kontribusi ekonomi yang besar, di mana 70 persen lahan penghasil kelapa sawit di Indonesia berada di Sumatera. Kegiatan ini juga membuka lapangan pekerjaan yang luas. Sekitar 42 persen lahan kelapa sawit dimiliki petani kecil. Kegiatan ekonomi utama kelapa sawit dapat dilihat melalui rantai nilai, mulai dari perkebunan, penggilingan, penyulingan dan pengolahan kelapa sawit di industri hilir.


Untuk mendukung hasil yang lebih berkualitas dalam pengolahan minyak kelapa sawit, kini tersedia daun intaran yang mampu menjadi substitusi mineral Bentonit yang digunakan pada proses penjernihan pada pengolahan minyak kelapa sawit. Daun intaran lebih ramah lingkungan dan mudah diurai oleh mikro organisme di dalam tanah. Selain lebih aman, daun intaran adalah bahan alami yang dapat diperbarui.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 03

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia