Bee Tech Ekstraktor Madu Penghasil Listrik

Created on Friday, 27 November 2015
Menipisnya kawasan hutan tidak hanya berpengaruh terhadap perubahan iklim, melainkan juga turunnya mata pencaharian masyarakat. Salah satunya adalah pemburu (pengunduh) madu hutan. Pohon sebagai habitat alam tempat lebah liar (Apis dorsata) satu per satu berkurang.

elain itu, faktor pengolahan secara ma-nual dan tradisional berdampak pada rendahnya tingkat kebersihan madu. Akibatnya, kualitas berkurang dan menurunkan harga jual. Karena itulah mayoritas para peng-unduh berada di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini menjadi sumber keprihatinan bagi lima mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Mereka -- Ani Atul Arif (Fakultas Peternakan), Kisruh Wulandari (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Muhammad Rizatul Yunus dan Muhammad Ilham Akbar (Fakultas Teknik) serta Dwi Pujiana (Fakultas Teknologi Pertanian) – melakukan riset dan kemudian menciptakan alat peme-ras madu portabel yang mampu meningkatkan harga jual madu dengan kualitas tinggi. Alat tersebut mereka beri nama Bee Tech. 

Bee Tech dapat membantu petani untuk memeras madu. Menjaganya tetap higienis dan terjamin kualitasnya. Harga alat ini pun sangat terjangkau. Selain itu, ia juga dapat digunakan untuk sarang lebah madu hutan sehingga memudahkan untuk dibawa berpindah-pindah. Berkat kreativitasnya, mereka mendapat penghargaan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2015 Ke-28 yang diselenggarakan di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, 5-9 Oktober 2015.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 48

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia