IPB 3S, Tumbuhkan Optimisme Swasembada

Created on Wednesday, 21 October 2015
Panen padi varietas IPB 3S di Karawang, Minggu (27/9) menumbuhkan optimisme baru. Dikembangkan sejak 2012, hasil pemuliaan dari varietas fatmawati ini diharapkan mampu mendongkrak upaya swasembada pangan.

 

IPB 3S merupakan varietas unggul hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Balitbangtan Kementrian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Dikembangkan dalam upaya mendukung swasembada pangan, varietas ini dilepas pada 28 Maret 2012 di Jakarta melalui SK Menteri Pertanian nomor 1112/kpts/SR.120/3/2012. 

Kepada Majalah Sains Indonesia, Prof Hajrial Aswidinnoor, selaku pemulia padi IPB 3S,  menjelaskan  keunggulan varietas baru itu dibanding pendahulunya. Galur IPB97-F-15-1-1 ini memiliki potensi hasil tinggi, berumur genjah (pendek), malai lebih lebat dengan jumlah gabah isi per malai lebih banyak, tahan  tungro, serta  agak tahan penyakit blas ras 033 dan hawar daun bakteri patotipe III. Selain itu, tingkat penggunaan nitrogen lebih efisien dan tidak membutuhkan banyak air. Hasil panen tetap optimal meskipun ditanam selama musim kemarau. Akan tetapi, tingkat kehampaannya masih cukup tinggi, sekitar 20-29%.

Hajrial menambahkan, IPB 3S mulai diuji multilokasi pada tahun 2010. Salah satunya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan total luas lahan 600 hektare (ha). Rinciannya, 100 ha di Desa Plawad dan 500 ha sisanya di Desa Cikarang.

Panen tahap pertama di Desa Plawad te-lah dilakukan 5-6 minggu sebelum panen di Desa Cikarang. Hasil panen cukup fantastis dengan ubinan tertinggi 10,4 ton/ha gabah kering panen (GKP). Produksi riilnya setara dengan 7,8 ton/ha atau 6,3 ton/ha setelah dijemur menjadi gabah kering giling (GKG).

Sedangkan panen tahap kedua, dilakukan secara bertahap di Desa Cikarang, juga menghasilkan angka fantastis. Menurut hasil ubinan, padi unggul itu memiliki produktivitas tertinggi 13,4 ton gabah kering panen (GKP) per ha. Setara produksi riil  8,5 ton GKG/ha. Dalam kesempatan ini, Presiden RI dan beberapa menteri ikut memanen hamparan padi varietas baru itu.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 47

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia