Selo, Mobil Sport Listrik Karya Anak Bangsa

Created on Thursday, 28 November 2013
Lima prototipe kendaraan listrik karya anak bangsa yang dijejer di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menciptakan kendaraan berbasis listrik.

Tampilan mobil listrik karya anak bangsa ini tidak jauh beda dengan mobil-mobil top dunia. Mobil listrik sport berwarna kuning yang diberi nama Selo misalnya, sedikit mirip dengan mobil asal pabrikan Eropa, Lamborghini Gallardo. Beberapa mahasiswa dan masyarakat yang hadir pun tak ingin menyia-yiakan kesempatan tersebut untuk mengabadikannya dengan telepon genggamnya untuk berfoto di depan mobil bernama Selo. Nama mobil yang dirancang oleh karoseri Kupu-kupu Malam, Yogyakarta ini diambil dari bahasa Jawa yang berarti batu.

Dalam uji coba kendaraan listrik di Kota Yogyakarta, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta berkesempatan melakukan test drive mobil listrik Selo. Didampingi Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Pratikno, Menristek yang duduk ruang kemudi tampak terlihat grogi. Sekitar satu menit, Menristek mencoba mempelajari panel dan perseneling yang ada di mobil listrik tersebut. Meski sempat grogi, akhirnya Menristek berhasil menjalankan mobil sport berkapasitas empat penumpang tersebut.

Mobil yang mengadopsi desain mobil sport terkini itu akhirnya berhasil melaju tanpa mengeluarkan suara mesin dan asap, nyus…nyus…nyus…. Tak pelak hal tersebut disambut tepuk tangan para undangan. Dengan kawalan mobil patroli dari kepolisian, Menristek berhasil menguji coba melewati kawasan boulevard UGM dan kembali ke Balairung selama sekitar 15 menit dengan jarak tempuh sekitar 1 km.

“Saya memang sempat grogi karena sudah lama tidak nyetir mobil sendiri. Saya puas dengan mobil selo ini karena nyaman dikendarai, tidak mengeluarkan suara, tidak bising, tidak ada getaran dari mesin dan tidak mengeluarkan gas CO2,” kata Menristek kepada Majalah Sains Indonesia di sela-sela uji coba mobil listrik di halaman Rektorat UGM, baru-baru ini.  

Usai menjajal mobil listrik Selo, Menristek langsung menaiki kendaraan khusus golf bertenaga listrik karya Mahasiswa UGM bernama Semar menuju bus listrik karya Dasep Ahmadi yang sedang di-charge. Menristek langsung memperkenalkan bus listrik tersebut kepada para akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, mahasiswa, masyarakat, dan awak media yang hadir.

“Kebetulan busnya sedang di-charge, beginilah cara mengisi bahan bakar listriknya. Jadi tidak repot dan mudah dilakukan kan,” kata Menristek. Dalam kesempatan itu, Menristek juga memperlihatkan komponen baterai yang dipasang di samping belakang bis listrik.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 24

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia