Tetap Kinclong Dengan Teknologi Nano Coating

Created on Friday, 02 February 2018
Perawatan mobil zaman now tak cukup sekedar kinclong. Tampilan eksterior bodi mobil diharapkan tetap terlindungi saat kembali tergores atau terjadi gesekan di jalan. Teknologi perawatan cat dan bodi pun berkembang, diantaranya teknologi Nano Coating atau Nano Ceramic.

 

Bengkel-bengkel yang menawarkan perawatan eksterior dan interior mobil dengan teknologi ini pun mulai banyak bermunculan, khususnya di kota-kota besar. Teknologi Nano Coating bukan hanya mebersihkan bodi mobil dari jamur atau debu-debu yang menempel sehingga kembali kinclong. 

Menurut Manajer Bengkel Salon Mobil Scuto Damai, Lora S Huda, teknologi ini menambahkan bahan yang dioleskan pada permukaan lapisan cat mobil mirip laminating pada lembar dokumen. Scuto merupakan salah satu pioner penggunaan teknologi ini di Indonesia dengan jaringan bengkel cukup luas di Jabodetabek. 

Ketika dioleskan cairan tersebut akan mengeras menjadi sebuah lapisan berbentuk kaca bening yang berguna melindungi cat asli secara permanen. Partikel Nano Cramic diciptakan agar menutupi pori-pori cat sehingga kedap udara. Dengan begitu udara atau kotoran tidak bisa masuk dan mencegah terjadinya kusam pada bodi akibat watermarks atau karena sinar UV dan oksidasi udara. 

Mobil sebelum dilapisi nano ceramic menggunakan shampoo khusus dan memilih wax yang memiliki UV protection. Selain itu penggunaan lap yang benar atau lap khusus mobil yakni  micro fiber. 

“Pengeringan menggunakan Kanebo atau sponge, setelahnya jangan menggunakan kain perca, malah membuat bodi blaret,” tandasnya.
Lora mengatakan, jika kemudian mobil tergores atau keserempet di jalan, cukup dengan mengusap bagian yang tergores dengan tangan, sponge atau kanebo, maka goresannya akan hilang. Karena jaminan antigores itulah maka biaya yang harus dikeluarkan pemilik kendaraan bisa berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta.

 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di

Majalah Sains Indonesia Edisi 74 Februari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia