ITS Kawah Candradimuka Otomotif Indonesia

Created on Thursday, 11 January 2018
Pertengahan 2018, produksi masal sepeda motor listrik Gesits dimulai menandai babak baru industri otomotif nasional. Hasil rancang bangun anak bangsa ini siap meramaikan persaingan pasar roda dua nasional, ditengah dominasi motor-motor Jepang.

 

Optimisme memancar dari wajah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Mohamad Nasir saat meresmikan Teaching Industry (TI) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Lembaga yang didedikasikan untuk menopang keberlanjutan industri massal sepeda motor listrik Gesits itu diharapkan menjadi kawah candradimuka untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul di industri otomotif.

Nasir pun berharap, TI-ITS menjadi Pusat Pengembangan Industri Otomotif Indonesia. Lembaga yang didanai Kemenristekdikti itu bertujuan untuk membawa masalah kompetensi industri ke dalam perguruan tinggi dan membawa kemajuan riset peneliti di perguruan tinggi ke industri. Ini merupakan TI ke-3 yang didirikan Kemenristekdikti setelah TI-Biofarmaka dan TI-Industri Buah Nusantara di Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Dari sini akan lahir SDM berkualitas maupun hasil rancang bangun otomotif nasional karya anak bangsa. Sebelum diproduksi massal, prototipenya dihasilkan di sini,” ujar Nasir. Output dari kegiatan TI ini salah satunya mewujudkan assembly line (AL) untuk menunjang rencana produksi massal sepeda motor listrik. AL yang dirancang oleh para peneliti di PUI – SKO ITS berkonsep modular AL sehingga sa-ngat sesuai dengan konsep pendidikan di mana konfigurasinya dapat diubah sesuai kebutuhan. 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia