Menggerakkan Inovasi Melalui Konvensi

Created on Wednesday, 08 March 2017
Budaya inovatif di perusahaan swasta menarik untuk diamati. Raksasa otomotif Jepang, Toyota Motor Corporation misalnya, tahun ini menaikkan insentif keuangan, khususnya bagi karyawan yang memiliki inovasi dan kreasi yang bisa dipatenkan. 

 

Di Indonesia, PT Astra International memacu inovasi karyawannya dengan konvensi innovator perusahaan. Total Insentif yang diterima bisa mencapai triliunan rupiah. 

Program InnovAstra adalah salah satu program tahunan untuk menggelorakan inovasi di kalangan karyawan perusahaan terbesar di Indonesia itu. Di Astra, inovasi adalah mantra untuk meraih sukses dan  dalam persaingan.

Untuk merangsang munculnya inovasi-inovasi terbaik, setiap tahun Astra menggelar lomba atau konvensi inovasi. “Lomba InnovAstra terbuka bagi seluruh karyawan dan perusahaan di seluruh Grup Astra,” kata Presdir Astra Prijono Sugiarto.

InnovAstra dilakukan secara berjenjang dan seleksi ketat. Sehingga pemenangnya yang terbaik dari terbaik, lanjut Prijono. Ini merupakan bagian dari proyek improvement and innovations Astra untuk menghasilkan banyak terobosan dan perbaikan sistem maupun kinerja karyawan dan perusahaan.

“InnovAstra memberi kesempatan karya-wan berimprovisasi dan mengeluarkan kreativitas terbaiknya melalui penciptaan inovasi-inovasi di bidang kerja masing-masing,” ujar Prijono.

Dampak InnovAstra sungguh tak bisa dianggap enteng. Ini terbaca dari sisi hasil yang terkuantifikasi. Astra menggunakan parame-ter Net Quality Income (NQI) untuk meng-ukur InnovAstra. Secara umum NQI adalah net benefit dari kegiatan inovasi setelah dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proyek.

”NQI kami gunakan sebagi indikator progres kegiatan inovasi,” kata Prijono. 

Cara memperoleh angka NQI: total benefit proyek dikurangi biaya proyek. Pada event InnovAstra tahun 2009, angka NQI bisa mencapai Rp 1,07 triliun, naik menjadi Rp 1,6 triliun pada 2010, dan Rp 2011 melonjak hingga Rp 4,08 triliun sedangkan tahun 2012 dan 2013 naik lagi menjadi di atas Rp 5 triliun dan Rp 6 triliun.

InnovAstra mewadahi semua inovasi dari seluruh unit, mencakup 145 anak usaha dengan jumlah karyawan 145.154 orang. Hal itu dibenarkan oleh Direktur Utama, PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Chandra. Setiap tahun perusahaannya menggelar konvensi Quality Control Circle (QCC) dan Suggestion System (SS). 

“Setiap divisi mengirimkan perwakilannya di kontes. Hadiah tidak hanya diberikan pada yang menang namun yang tidak terpilih. Nilai hadiahnya dihitung per SS,” ujar Amelia.

Amelia menyontohkan, inovasi temuan Fitra Setiawan yang juga menyandang gelar juara II InnovAstra 2011 kategori SS. Inovasinya, memodifikasi cutter dresser, salah satu tool di bagian ma-nufaktur. Tool buatan lokal dia ubah bentuk dan fungsinya menjadi seperti barang impor dari Jepang. Inovasi itu menjadikan harga barang lebih murah. Sementara barang impor seharga Rp 115 ribu, produk ciptaannya cukup hanya Rp 11 ribu. Jelas merupakan efisiensi yang signifikan dan wajar bila dia berhasil menyisihkan ratusan finalis dari ADM lainnya.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 63

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia