Mahasiswa UI Menang Lomba Mobil Irit Se-Asia

Created on Friday, 01 April 2016
Anak-anak muda Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia. Berlaga di Manila, Filipina, tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjadi yang terbaik se-Asia pada kategori mobil Urban Concept Gasoline dan kategori mobil Prototype Gasoline.

 

Hasil karya tim bernama Sadewa itu mengusung Urban Concept Gasoline kembali berhasil memecahkan rekor Asia dengan pencapaian satu liter bensin untuk 275 kilometer melalui mobil bernama Kalabia Evo 5. Mobil beroda empat ini menggunakan material carbon fiber komposit dan memiliki berat 75 kilogram.
Dalam kejuaraan itu UI menurunkan dua tim, Sadewa dan Nakoela. Tim Sadewa terdiri atas tujuh mahasiswa UI yaitu Alfian Ibnu, Fatahillah Putra, Andre Widianto, Reisa Adityo, Andro Cohen, Jefri Alonso, dan Aldino Jazmi. Sedangkan Nakoela terdiri atas tujuh mahasiswa UI ya-itu Diatri Mika, Willy Chandra, Wirangga Pradipta, Dhedhe Rodat, Musthada Murayid, Immanuel Santoclin, dan Guardio Orlando.
Jika Sadewa unggul pada kategori Urban Concept, mobil bernama Keris RVII karya tim Nakoela berhasil menjuarai kompetisi mobil hemat pada kategori Prototype Gasoline dengan jarak tempuh 792 kilometer per liter. Keris RVII yang memiliki berat 40 kilogram ini menggunakan material carbon fiber, honeycomb, dan alumunium.
Dalam mendesain, membangun, memilih komponen dan material mobil, Keris RVII telah melalui perhitungan matang dan disimulasikan melalui software. Sementara kategori urban concept lebih memerhatikan desain kendaraan konvensional roda empat yang hemat bahan bakar, sesuai dengan kebutuhan pengemudi saat ini.
Sedangkan kategori prototype memperlombakan kendaraan berbentuk futuristik yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar melalui elemen desain yang inovatif. Keduanya dirancang untuk tujuan yang sama, menempuh jarak terjauh dengan satu liter bahan bakar.
“Bisa mengharumkan nama Indonesia di ajang sangat bergengsi ini membuat kami bangga. Kami belajar banyak dari seluruh peserta dari negara lainnya di Asia. Kami akan terus mengembangkan desain mobil menjadi lebih aerodinamis dan irit bahan bakar,” kata Ketua Kontingen, Willy Chandra.
Willy mengatakan, keunggulan mobil hemat besutan anak-anak UI terletak pada nilai aerodinamis yang sangat baik sehingga mampu mengurangi energi yang terbuang akibat gesekan-gesekan. Selain itu penerapan eco-driving (cara mengemudi ramah lingkungan) secara tepat ikut mempengaruhi.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 52

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia