Mengembangkan Sentra Pangan Penyangga Kota Besar

Created on Friday, 12 January 2018
Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan 11 kabupaten di Lampung, Banten, dan Jawa Barat sebagai sentra produsen pangan guna memasok sekaligus menghindari gejolak harga di ibukota. 

 

Hingga akhir 2017, Lampung sukses memproduksi 2,4 juta ton jagung, meningkat sekitar 40 % dari tahun sebelumnya yang hanya 1,7 juta ton. Segenap petani di Lampung Utara, Lampung Timur, dan Lampung Selatan konsisten memajukan komoditas jagung mendukung program swasembada. Provinsi di ujung selatan Sumatra itu pun sukses menyumbang 8,59 % produksi nasional.

“Saat ini Lampung merupakan sentra jagung nomor 3 di Indonesia. Produksi jagung Lampung ada di bawah Jawa Timur (6,18 juta ton) dan Jawa Tengah (3,51 juta ton). Kami bersyukur Lampung bisa membantu pemerintah mencapai target swasembada jagung,” ujar Staf Ahli Gubernur Lampung, Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Teresia Sormin saat launching panen jagung penyangga kota besar di Lampung Timur, Desember lalu.

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Haris Syahbuddin mengatakan, keberhasilan Lampung meningkatkan produksi tidak terlepas dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung program Presiden Joko Widodo untuk menghentikan impor jagung. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain melalui pembukaan lahan baru dan pemberian bantuan pupuk serta benih jagung hibrida.

 “Lampung merupakan satu dari tiga provinsi yang masuk dalam Program Penyangga Pangan Kota Besar yang digalakkan Kementan. Sementara ini kota besar baru fokus DKI Jakarta, terutama terkait penyediaan pakan ternak, yaitu jagung. Ada 11 sentra pangan yang ditetapkan untuk memenuhi target tanam jagung seluas 250-300 ribu hektare,” ujar Haris kepada Majalah Sains Indonesia.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia