Benahi Tata Kelola Buah Nusantara

Created on Thursday, 08 February 2018
Indonesia rumah yang nyaman bagi buah-buahan tropis. Nyaris semua buah bisa tumbuh baik di sini. Keunggulan ini harus dimanfaatkan betul oleh pemerintah. Salah satunya dengan cara membenahi tata kelolanya.

 

Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah video tentang perkebunan buah-buahan tropis yang dikembangkan petani di Australia. Buah tropis eksotis seperti rambutan, manggis, sirsak, sukun, buah naga, hingga durian sukses dikembangkan. Hebatnya, negara di Selatan itu mampu menghasilkan buah-buahan berkualitas tinggi, termasuk soal rasa. Pengelolaannya sejak pembenihan, budidaya, panen, hingga pascapanen dilakukan secara modern dan efisien.

Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang Setiadi mengatakan, negara-negara lain seperti Australia memproduksi buah tropis, seperti durian, untuk diekspor ke Indonesia. “Produksi durian di Australia cukup melimpah. Sementara sebagian besar orang di sana tidak suka durian karena baunya. Jadi kemungkinan besar mereka ingin merebut pasar durian di Indonesia yang sedemikian besar dan selama ini didominasi Thailand,” ujar Bambang.

Kepada Majalah Sains Indonesia, Bambang mengingatkan bahwa hal tersebut harus menjadi perhatian Indonesia. Jika tidak diantisipasi dengan membenahi sistem budidayanya, mulai dari pengelolaan pertanaman hingga pascapanennya, bisa jadi Indonesia akan tertinggal jauh dari Australia untuk komoditas yang semestinya menjadi keunggulan komparatif negara ini. 

“Indonesia harus memiliki riset tentang tanaman buah. Riset sebagai cara merebut pasar seperti Australia ini harus kita cermati. Misalnya riset tentang kurma tropika yang sedang kita lakukan, itu sangat baik untuk menutupi besarnya impor kurma. Kalau ini tidak dilakukan, akhirnya kita akan impor kurma dari Thailand,” ungkap Bambang mewanti-wanti agar jangan sampai Indonesia mengimpor buah tropis dari negara tetangga.

 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di

Majalah Sains Indonesia Edisi 74 Februari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia