Menjadikan Generasi Milenial Ujung Tombak Kemandirian Pangan

Created on Thursday, 08 February 2018
Generasi milenial, yang lahir tahun 1990-an dan setelahnya, terus tumbuh. Generasi muda produktif ini menjadi bonus demografi hingga 2030 dan jika dikelola dengan baik mereka bakal menjadi ujung tombak kemandirian pangan.

 

Minat anak muda terjun bertani dan berbisnis buah-buahan sebenarnya cukup tinggi. Menurut pengusaha buah lokal, Muhammad Gunung Soetopo, tidak sedikit pemuda datang kepadanya untuk belajar menanam buah yang baik. “Dalam satu tahun, kebun kami dikunjungi 14 ribu orang dan enam ribu di antaranya berlatih dan belajar tentang budidaya buah, kebanyakan berusia pemuda,” ujar owner Sabila Farm, Yogyakarta itu.

Kepada Majalah Sains Indonesia, Gun bahkan telah mengembangkan 18 lokasi pelatihan buah-buah lokal sebagai wahana transfer ilmu dan teknologi. “Awalnya belajar di kebun kami, kini sudah banyak yang mengembangkan kebun sendiri. Masing-masing menanam buah yang sesuai dengan mikro-klimatnya,” tutur pria yang akrab disapa Gun itu.

Upaya Sabila Farm sudah sepantasnya untuk diapresiasi. Namun ada baiknya diiringi dengan keberpihakan pemerintah, seperti mening-katkan fasilitas alat mesin pertanian (alsintan) secara signifikan untuk menggeser kegiatan usaha pertanian dari tradisional ke modern. Mo-dernisasi pertanian tentu akan menarik minat anak-anak muda menekuni sektor ini.

 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di

Majalah Sains Indonesia Edisi 74 Februari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia