Cempaka dan Dahlia yang Mengukir Sejarah

Created on Friday, 12 January 2018
Dampak siklon Cempaka menjadi parah, karena buruknya daya dukung lingkungan di hampir semua wilayah terdampak. Tidak ada lagi kawasan penyangga yang mampu menahan air hujan, apalagi hujan yang terus menerus

 

Munculnya badai Cempaka dan Dahlia merupakan fenomena alam biasa. Namun, dampaknyalah yang luar biasa. Badai Cempaka, yang datang saat puncak musim hujan ini menyebabkan cuaca ekstrem meningkat di wilayah lintasannya. 

Hujan lebat selama beberapa hari tanpa henti mengguyur Jawa Bagian Selatan, terutama Yogyakarta dan wilayah lain mulai Pacitan hingga Banten. Bencana banjir pun tak terelakkan. Kondisi semakin buruk, karena angin puting beliung juga menerjang. Pacitan dan Yogyakarta mengalami bencana terparah akibat badai Cempaka. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal akibat siklon tropis Cempaka mencapai 41 orang. Jumlah terbanyak di Pacitan yakni 25 orang dan di Yogyakarta, 10 orang. Selain itu, sebanyak 28.190 orang harus mengungsi karena ribuan rumah rusak dan terendam banjir. Kerugian ekonomi, diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 triliun. 

“Banyak infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak. Dampak siklon Cempaka menjadi parah, karena buruknya daya dukung lingkungan di hampir semua wilayah terdampak. Tidak ada lagi kawasan penyangga yang mampu menahan air hujan, apalagi hujan yang terus menerus,” kata Sutopo kepada Majalah Sains Indonesia. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia