Menjadikan Kalsel sebagai Pusat Riset Sapi

Created on Wednesday, 08 January 2014
Puluhan ekor sapi jantan berperawakan tinggi besar dengan bobot rata-rata di atas 600 kg ditempatkan di kandang khusus milik Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Banjabaru. Sapi-sapi pejantan unggul tersebut menjadi sumber untuk menghasilkan semen beku sapi.

 

Koleksi sapi pejantan unggul milik BIBD Banjarbaru umumnya berasal dari Australia. Beberapa sapi unggul yang diharapkan mampu memproduksi semen beku sapi(sperma sapi jantan yang dibekukan), di antaranya adalah Char, Obi, Lembiru, Brewag, Loktabat, dan Mahakam.

Dari sapi-sapi jantan unggul tersebut, selama tahun 2012 BIBD Banjarbaru berhasil memproduksi 65.000 dosis semen beku. Dari jumlah tersebut telah didistribusikan ke konsumen sebanyak 52.483 dosis. “Semen beku yang kami hasilkan tidak hanya untuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melainkan ke provinsi lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Banten, Jambi, Riau, Aceh,” ungkap drh Suparni, Kepala BIBD Banjarbaru, kepada Majalah Sains Indonesia, belum lama ini.

Semen beku sapi jantan itulah yang nantinya digunakan untuk Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik dengan sapi lokal. Teknologi IB ini cukup sederhana, yaitu memasukkan mani (spermatozoa atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination gun. Teknologi IB ini diharapkan dapat menghasilkan bibit sapi berkualitas baik dan unggul.

Selain teknologi IB, Kalsel juga telah memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap di Balai Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Terpadu (BP3T) Tambang Ulang. Dua hal tersebut menjadi kunci sukses dalam pengembangan peternakan sapi terpadu di Provinsi Kalsel.

Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 25.

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia