Giant Sea Wall Akan Ubah Wajah Jakarta

Created on Thursday, 30 October 2014

Menjelang petang, pada 9 Oktober lalu kesibukan terlihat di sekitar Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebuah proyek besar yang bakal mengubah wajah Jakarta, akan dimulai di sini. 

Kedatangan rombongan Menko Perekonomian Chairul Tanjung dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, serta beberapa pejabat lainnya sore itu pun menandai dimulainya pemancang-an tiang pertama pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall). Proyek tanggul laut raksasa merupakan bagian dari rencana Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (National Capital Integrated Coastal Development atau NCICD). 

Chairul Tanjung tampak serius memperhatikan sekeliling lokasi pemasangan tiang pancang. Juga, ketika tiang beton sepanjang sekitar 75 meter ditancapkan ke kedalaman laut, sebagai tiang pancang pertama proyek tanggul raksasa. “Setelah menunggu 20 tahun, akhirnya proyek ini bisa terlaksana sekarang. Pembangunan tanggul laut raksasa sangat diperlukan, bila kita tidak ingin Ibu Kota RI tenggelam,” kata Menko Perekonomian, yang akrab disapa CT ini.    

Pembangunan tanggul raksasa di sepanjang pantai utara Jakarta, telah digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 1994, pada masa Gubernur Soerjadi Soedirja. Rencana proyek ini pun terus bergulir di era para gubernur penggantinya. Bahkan, di masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo (2007-2012) proyek ini juga hampir terlaksana, hanya menunggu kepastian pendanaan dan penyelesaian beberapa dokumen perizinan. Sebelum disebut NCICD, proyek tanggul raksasa dikemas dengan nama Jakarta Coastal Defense Strategy (JCDS).   

Pembangunan tanggul raksasa dalam proyek NCICD akan terbagi dalam tiga tahap, yang akan dimulai pada 2015 dan secara kese-luruhan ditargetkan rampung tahun 2030. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 500 triliun. Sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui anggaran proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.  

Pemprov DKI Jakarta mengusulkan tanggul laut diberi nama Garuda Raksasa, karena disainnya menyerupai bentuk Lambang Negara RI itu. Pada tahap pertama, proyek NCICD akan meliputi pembangunan tanggul laut di sepanjang pantai utara Jakarta, sepanjang sekitar 32 km. Dimulai tahun 2015 dan ditargetkan selesai pada 2017. “Pembangunan tahap pertama ini dipercepat, karena memang sangat mendesak kebutuhannya. Investasi proyek akan ditanggung Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta,” kata CT.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 35 

 

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia