Mengantarkan Raja Ampat ke Pentas Wisata Dunia

Created on Friday, 29 August 2014

Hamparan pulau-pulau cantik menyembul dari lautan yang jernih, tenang, dan dihiasi taburan ribuan biota laut yang beraneka ragam warna dan bentuk, menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri Raja Ampat.


Acara puncak Sail Raja Ampat 2014 yang digelar di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat, belum lama ini, berlangsung lancar dan sukses. Gubernur Papua Barat, Abraham O Aturury tak bisa menutupi rasa harunya saat menyampaikan progres pembangunan di provinsi yang dipimpinnya.

Di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan menteri yang hadir, ia sempat menangis dan suaranya tertahan beberapa saat, sebelum akhirnya mengucapkan kata terima kasih kepada semua pihak dalam mendukung pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Abraham mengakui, selama 10 tahun SBY menjabat, banyak menaruh perhatian khusus kepada Papua dan Papua Barat. Ia pun yakin, Sail Raja Ampat mampu mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Raja Ampat khususnya dan Provinsi Papua Barat pada umumnya. Abraham juga menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Raja Ampat sebagai tujuan wisata dunia.

Senada dengan Abraham, Bupati Raja Ampat, Marcus Wanma berkomitmen menjadikan Raja Ampat sebagai tujuan wisata budaya yang bagus dan terbaik di dunia. “Tanah kami ini dianugerahi kekayaan bahari seperti surga,” katanya.

Dikelola Masyarakat

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat, Manuel Urbinas mengatakan upaya pengenalan wisata bahari Raja Ampat tetap mengusung harmonisasi modernitas dan tradisional. “Kami sudah sepakat mengendalikan pembangunan hotel. Hotel yang dibuat harus tradisional agar tidak merusak. Segala sesuatu akan dikelola masyarakat langsung, baik soal guide dan transportasi agar semua dinikmati oleh mereka. Pemkab membantu masalah pemodalan,” kata Manuel kepada Majalah Sains Indonesia, baru-baru ini.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 33

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia